Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 23 Maret 2017

*FILOSOFI BILANGAN DALAM BAHASA JAWA*


Dalam bhs Indonesia ;
21 = Dua Puluh Satu
22 = Dua Puluh Dua...s/d.
29 = Dua Puluh Sembilan
Dlm bhs Jawa tidak dinamakan Rong
Puluh Siji (21), Rong Puluh Loro
(22),... dst, melainkan... Selikur (21),
Rolikur (22), .... s/d Songo Likur (29).
Disini terdapat satuan *LIKUR* , yang
merupakan kependekan dari
*Lingguh KURsi*, artinya duduk di
Kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada
umumnya manusia mendapatkan
*TEMPAT:DUDUKNYA*, Pekerjaannya,
Profesi yang akan ditekuni dlm
kehidupannya ...
Ada penyimpangan pada Bilangan
*25*, tidak disebut sebagai LIMANG
LIKUR, melainkan *SELAWE*.
SELAWE ; ( *SEneng-senenge LAnang
lan WEdok* ). Puncak asmara laki-laki
dan perempuan, yg ditandai oleh
Pernikahan.
Maka pada usia tersebut pada
umumnya orang menikah (dadi
manten).
Ada penyimpangan lagi pada
bilangan *50*, setelah Sepuluh,
Rong Puluh (20), Telung Puluh (30),
Patang Puluh (40), mestinya Limang
Puluh (50) .
Tapi 50 diucapakan menjadi *SEKET*.
SEKET ( *SEneng KEthunan*); suka
memakai Kethu/tutup kepala, Topi/
Kopiah. Tanda usia semakin lanjut.
Tutup kepala bisa untuk menutup
botak atau rambut yang memutih
karena semirnya habis....
Disisi lain bisa juga kopiah atau
tutup kepala melambangkan orang
yang seharusnya sudah lebih taat
beribadah...!!
Pada usia 50 thn mestinya seseorang
seharusnya lebih memperbanyak
ibadahnya dan lebih berbagi untuk
bekal memasuki Kehidupan Akherat
yang Kekal dan Abadi...!!
Dan kemudian masih ada Satu
Bilangan lagi, yaitu *60*, yang
namanya menyimpang dari pola,
bukan Enem Puluh melainkan
*SEWIDAK atau SUWIDAK*.
SEWIDAK ( *SEjatine Wis wayahe
TinDAK*).
Artinya ?
Sesungguhnya sudah saatnya pergi,
sudah matang....
Harus sudah siap dipanggil
menghadap Tuhan.
Semoga bermanfaat dan semoga kita
tetap sehat & semangat walau
hampir *SEWIDAK*....

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan kenangan yang baik jika Anda Pernah Mampir di blog ini.