Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 27 September 2017

Ibu yg marah. Terlupa do'a selama 25 thn


Kisah Nyata


Aku sdg membersihkan rumah. Tiba2 anak lelakiku yg msh kecil berlari ke arahku. Dia tersenggol satu pot bunga yg terbuat dari kaca. Pecah hancur berantakan.

Aku benar2 marah krn pot itu mmg mahal harganya. Tanpa ku sadari, aku telah melontarkan kata2,

"Matilah kamu! Semoga kamu ditimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!”

Tahun demi tahun berlalu. Anak lelakiku membesar, aku sdh lupa akan doa itu. Aku pun tak anggapnya penting dan aku tak tahu bhw doa itu telah naik ke langit.

Anak lelakiku dan adik2nya yg lain tumbuh besar. Dia anak sulung yg paling aku sayangi dari anak2ku yg lain. Dia anak yg rajin dan pandai menghormati aku dan berbakti kepadaku dibandingkan adik2nya yg lain.

Kini dia telah menjadi seorg insinyur. Tak lama lagi dia akan menikah. Tak sabar rasanya aku ingin menimang cucu.

Ayahnya punya sebuah bangunan yg sdh lama dan ingin direnovasi. Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gudang itu. Para pekerja sdh bersiap2 utk merobohkan satu dinding yg sdh usang.

Sementara pekerja sdg bekerja, anakku pergi ke belakang bangunan tanpa diketahui oleh siapa pun. Dgn tak disangka2 dinding bangunan itu roboh menimpanya!

Terdengar suara berteriak dalam runtuhan itu hingga suaranya tak kedengaran lagi.

Semua pekerja berhenti. Heran suara siapa? Mereka berlari ke arah reruntuhan itu. Mereka mengangkat dinding yg menghimpit anakku dgn susah payah dan segera memanggil Ambulan.

Mereka tdk dpt mengangkat badan anakku. Ia remuk seperti kaca yg jatuh pecah berkeping2.

Sebagian mereka mengangkat badan anakku yg hancur dgn hati2 dan segera membawanya ke UGD di RS.

Ketika ayahnya menghubungiku, seakan2 Allah menghadirkan kembali kata2ku padanya semasa ia msh kecil dulu.

Aku menangis hingga pingsan, setelah aku sadar, aku berada di RS dan aku meminta utk melihat anakku. Ketika melihatnya, aku seakan mendengar suara yg berkata,

"INI DOAMU KAN? Sudah AKU kabulkan! Setelah sekian lama engkau berdoa, skrg Aku akan mengambilnya!"

Ketika itu, jantungku seakan berhenti berdetak. Anakku menghembuskan nafasnya yg terakhir. Aku berteriak dan menangis sambil berkata,

"Ya Allah! Selamatkanlah anakku! Jgn pergi nak.."

Seandainya, lidah ini tdk mendoakan kejelekan 25 tahun yg lalu...!
Andaikan..! Andaikan..! Andaikan..! Tetapi kalimat ‘andaikan’ ini tak berguna lagi skrg ini..

Cerita ini dari satu kisah nyata! Pesanku pd para IBU. Jgn sekali2 terburu2 mendoakan KEBURUKAN anakmu ketika kamu sdg marah...!!!

Berlindunglah kepada Allah dari godaan iblis. Jika kamu ingin memukulnya, pukul sajalah, tapi jgn kamu mendoakannya dgn yg bukan2 sehingga kamu akan menyesal sepertiku...!!!!

Sungguh aku menulis ini dgn airmataku yg turut mengalir.

Wahai anakku..! Aku rela rohku turut bersamamu..! Hingga aku boleh beristirahat dari kepedihan yg aku rasakan setelah kepergianmu...

Tolong sebarkan cerita ini kpd semua wanita..! Doakanlah yg baik2 saja utk anak2! Doa itu pasti akan terjawab walaupun utk sekian lama. Tunggulah dan Allah pasti mengabulkannya.
(Disadur dari tulisan seorang ibu di Malaysia)
🙏
#JagaEmosi
#JagaPerkataan
#AkuSayangAnakku
Sumber : WhatsApp chat

Sabtu, 16 September 2017

GURUKU HEBAT



bagaimana tidak hebat
rutinitas pagi harus serba hemat
bangun tepat
mandi cepat
sarapan kalo sempat

guruku hebat
jam 05.00 sudah wangi
menjemput sang pelangi
mengantarkannya meraih mimpi
demi ibu pertiwi

guruku hebat
bertahun tahun menahan diri
dari keinginan hati
dari nafsu yg menghampiri
walau kadang makan hati

guruku hebat
bagimana tidak hebat
tiap hari menopang martabat
walau kadang tak bersahabat
namun tetap kuat

guruku tetap hebat...
dalam kekurangan tetap bertahan
dalam kesederhanaan tetap diam
dalam kesuksesan tetap sopan
dalam kemakmuran tetap tenang

guruku memang hebat
meski bukan konglomerat
namun tak melarat
meski bukan bangsawan
namun tetap menawan

guruku hebat
mendidik anak negeri sepenuh hati
mengajarkan budi pekerti
agar menjadi insan yg bernurani
tanpa harus menyakiti

guruku tetap yg hebat
gaji kecil tak sakit hati
gaji cukup tak sombong diri
meski banyak yg sakit hati
karna guru dapat sertifikasi

guruku memang hebat
karna sertifikasi dituntut kompetensi
kalau tak mau diamputasi
oleh penguasa negeri
yang "katanya" baik hati

guruku memang hebat
meski mutasi dan gandanya kompetensi mengancam diri
tak menjadikannya patah hati
mengabdikan diri untuk negeri
sambil menunggu panggilan Surgawi

Minggu, 20 Agustus 2017

Rumah Pensiun

*INSPIRASI PAGI*
*Alkisah Seorang tukang bangunan👷 yang telah* *bertahun-tahun lamanya*
*bekerja ikut pemborong👨🏻‍⚖*

*iapun bermaksud mengajukan pensiun*
*karena ingin memiliki banyak waktu*
*untuk keluarganya*

*Si Pemborong 👨🏻‍⚖berkata,*
*Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat* *Anda bangun dahulu*
*satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun*

*Si tukang bangunan👷 segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi*

*Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..*
*ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong👨🏻‍⚖*

*Sang Pemborong 👨🏻‍⚖pun tersenyum dan berkata,*
*"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."*

*Terkejutlah tukang bangunan👷 itu, ada rasa sesal kenapa rumah,* *yang akhirnya hendak ia tempati itu,* *dikerjakannya secara asal-asalan..*

*Saudaraku....*
*ibadah yang kita kerjakan*
*di dunia ini, tak lain adalah "Rumah" yang sedang kita bangun* *untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia*
*Jangan sampai kelak kita menyesal karena kita  menempati rumah yang kita bangun asal-asalan* *"Hidup cuma sekali Hiduplah yang betarti"*

Sabtu, 12 Agustus 2017

Filosofi Angin Sepoi-sepoi




Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon.

Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.

1.Angin Topan.
2. Angin Tornado
3. Angin Bahorok

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

*Angin Topan* bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.

*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.

*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.

Angin *TOPAN* duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…

Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin *TORNADO.*
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.

Terakhir, Angin *BAHOROK*. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.

Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Nggak lama, datang si *ANGIN SEPOI-SEPOI*..

Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, *ANGIN SEPOI-SEPOI* langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…dengan lembut........

Enak banget. *Adem*… *Seger*… *Riyep-riyep* matanya si monyet. Nggak lama *ketiduran* dia terus lepas lah pegangannya

Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.


*PESAN MORAL*

Boleh jadi ketika kita Diuji dengan *KESUSAHAN*…

Dicoba dengan *PENDERITAAN*…

Didera *MALAPETAKA*…
 Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…

Tapi jika kita diuji dengan *KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...*
Dan.... *KEJAYAAN*

Disinilah *” KEJATUHAN ”* itu terjadi.

Jangan sampai kita terlena…terbuai..

Tetap
*”Rendah hati”,*
*“Mawas diri”*,
*“Sederhana”*,
*"Berbuat Amal"*
" Hati2 dlm tindakan , perbuatan dan perkataan "

Karena bukan *KRITIKAN* yang membuat kita *"JATUH"* tapi *sanjungan & pujian.*.

Inilah *Hikmah Filosofi Angin Sepoi Sepoi tsb*

Kamis, 27 Juli 2017

"KACAMATA" kebenaran



Tidak ada "orang baik" yang tidak punya masa lalu. Tidak ada pula "orang jahat" yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu, dan seburuk apapun perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yang "hampir membunuh Rasul" pun, kini berbaring di sebelah makam beliau. : *Umar bin Khattab*

Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena seseorang yang pernah "berperang melawan agama Allah" pun akhirnya menjadi pedang-nya Allah : *Khalid bin Walid*

Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. Karena *sepatu emas Fir'aun berada di neraka. Sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di Syurga.*

Intinya, jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik, meski tinggal di air yang kotor. Maka, untuk menjadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad.

Tidak perlu pusingkan masa lalu. Tidak perlu malu dengan tempat asal kita. Jika kita mau, kita bisa menjadi laksana bunga teratai yang tinggal di air yang kotor, namun tetap mekar mengagumkan.

Berubah dan bangkit, jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun.

*INGATLAH!!!*

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, dari mana kita belajar Ikhlas?

Jika semua yang kita impikan segera terwujud, dari mana kita belajar Sabar?

Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar Ikhtiar?

Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seseorang yang tekun berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit di hidupnya.

Biarlah Sang Penyelenggara Hidup yang berdaulat sepenuhnya atas kita. Karena hanya Dia-lah yang tahu waktu dan kondisi yang tepat untuk memberikan yang Terbaik untuk kita.

Tetap SEMANGAT. Tetap SABAR. Tetap IKHLAS. Tetap SYUKUR. Karena kita sedang kuliah di *Universitas Kehidupan.*

Di mana, jika di sekolah formal atau kampus-kampus pada umumnya, kita mendapatkan pelajaran dahulu baru kemudian diuji, maka di dalam Universitas Kehidupan, kita diberi ujian dahulu, baru kemudian mendapatkan pelajaran.

Karena di sanalah letak istimewanya Universitas Kehidupan. Maka dari itu, sangat dibutuhkan Semangat, Kesabaran, Keikhlasan dan ungkapan Syukur yang harus dilakukan secara Istiqomah / Terus-menerus.

Orang yang Hebat, TIDAK dihasilkan melalui Kemudahan, Kesenangan, dan Kenyamanan. Mereka dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN dan bahkan AIR MATA.

*GANTUNGKAN SEPENUHNYA HIDUP KITA HANYA KEPADA-NYA*

*_Semoga Bermanfaat_*

Selasa, 11 Juli 2017

Bagaimana Menjaga pandamgan Orang Lain kepada kita?

Salah satu tulisan yang sangat mengesankan ditulis oleh Syekh Thanthawi (Grand Syeikh Al Azhar Assyarif) :

 كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِى نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا

Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.

 وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا

Kita adalah orang yang menarik dimata orang yang memahami kita.

، وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا

Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.

 وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا

Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian.

 ، وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا

Kita adalah orang-orang jahat didalam tatapan orang-orang yang iri.

 ، لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik dimata orang lain.

 ، يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك

Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak akan pernah tergapai.

، وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ  

Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai.

Maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah...

🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Sumber : informasi whatsapl

Sabtu, 24 Juni 2017

DIBALIK KETIDAKTAHUAN



⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.

🐏 Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.

🎋Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

💝Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik...

💝Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan!

💝SERINGKALI Allah Berkehendak di-detik2 terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa...
Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka...

💝Allah memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan!!

💝Lakukan bagianmu saja, dan biarkan
Allah akan mengerjakan bagianNYA...

Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih RidhoNYA Aamiin ...

Tetap semangat meski dlm kesederhanaan 😘
Salam Bahagia dan selalu tersenyum ..😊

Untuk direnungkan...
📺Nonton Pertandingan bisa 90 menit
📺Nonton serial Film lebih dari 60 menit
📺 Nonton Movie hampir 120 menit
👳Tunaikan Shalat hanya 5 menit saja

🔥Di dalam api neraka jahannam sepanjang hayat!

👍 Untuk Akal yg maju!

💬 Renungkan!

📱 Di Whatsapp 300 Kawan
📱 Di blackberry cukup 200 kawan
☎ Di contacts phone 400 Kawan
🏡 di Kampung 50 Kawan
😔 Dalam Keadaan susah hanya ada 1 kawan.

😢 Dalam Jenazahmu, Hanya keluargamu saja yg mengurusi.

😭 Dalam Kubur hanya kau sendirian.

Jangan anggap Aneh kenyataan ini, sebab memang seperti inilah kenyataan hidup..

🌴 Pada Hakikat nya :
"Tidak ada yang dapat memberikan kemanfaatan bagimu kecuali Shalatmu"

🍃Duduk setelah salam dari shalat yang telah diwajibkan adalah waktu yg paling mulia sebab pada waktu itu turun Rahmat Allah Azza wajalla.

🍂Jangan tergesa-gesa berdiri, Bacalah Istighfar, bertasbihlah, baca ayat Al Qur'an dan jangan Lupa bahwa sesungguhnya engkau berada dalam jamuan dzat yang maha Rahman Azza wa jalla.

فإذا فرغت فانصب والى ربك فارغب

🌾 Apabila kamu telah selesai sholat, kerjakanlah pekerjaan lainnya dengan bersungguh-sungguh dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

💭LANGKAH MENUJU SYURGA💭




Langkah ini membuat aku kagum hingga aku pilih untuk aku bagikan kepada orang yang aku cintai.

🌼 Ada Lima perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkannya.

1. Wajah yang menarik
2. Duit yg byk
3. Sehat dan kuat
4. Anak-anak yang patuh  dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

🌾 Hal itu Mudah kita peroleh, hanya butuh waktu 15 menit saja.

Bagaimana caranya... 💬

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
من ترك صلاة الفجر فليس في وجهه نور

✔ 1. Nabi bersabda : Barangsiapa yg tinggalkan shalat Subuh maka wajahnya tak akan ada cahaya.

ومن ترك صلاة الظهر فليس في رزقه برگة

✔ 2. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Dzuhur niscaya tak ada keberkahan dalam rezekinya.

ومن ترك صلاة العصر فليس في جسمه قوة

✔ 3. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Ashar niscaya tak ada kekuatan dalam jasadnya.

ومن ترك صلاة المغرب فليس في أولاده ثمرة

✔ 4. Barangsiapa yg tinggalkan shalat Magrib niscaya tak ada buah hasil yang boleh dipetik dari anak-anaknya.

ومن ترك صلاة العشاء فليس في نومه راحة’’’’

✔ 5. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Isya' tak ada kenyamanan dalam tidurnya.

🌿 Tahu kenapa kalimat Laa ilaaha Illallaah tidak sampai menggerakkan bibir jika diucapkan.

🍃 Sebab ini adalah Rahmat dari Allah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu.

🌴 Mudah-mudahan tangan yang mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk melafadzkan kalimat Laa ilaaha Illallaah. Aamiin.

Dan semoga kita masuk surga Allah bersama-sama. Aamiin.

Selasa, 13 Juni 2017

The Secret of Marketing Langit 💡



- Ada yang mengetuk pintu langit dengan cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa, rutin dia lakukan..

- Ada orang yang ngundang rejeki dengan cara mencium punggung tangan ibunya, lalu minta didoakan...

- Ada yang mengundang rejeki, tiap pekan dia datangi anak-anak Yatim, diusap2 kepalanya, dibelikan sesuatu untuk keperluan mereka, sebagaimana diajarkan nabi kita..

- Ada yg ngundang rejeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja...

- Ada org yg ngundang rejeki, tiap malam jumat dia membagi makanan kepada 100 orang yang tidur di Jalanan..
Doanya tembusss kelangit!

- Ada orang yg ngundang rejeki, tiap setelah sholat subuh dia tidak tidur dia ber istigfar 100 kali dan tadarrus Al quran hingga terbit fajar, lalu menatap langit langsung, mengangkat tangan, dan Nembus langsung pada Tuhannya..

- Ada yg ngundang rejeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan..

- Ada yg ngundang Rejeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan..
Dia Yakin Tuhannya MAHA KAYA..

- Ada yang ngundang rejeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka...

- Ada yang ngundang rejeki, tiap jum'at dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yg dia berikan ke orang lain, tiap tetes keringatnya penuh pahala...

- Ada yang mengundang rejeki dengan memperbaiki jadwal sholat 5 waktunya berjamaah di masjid dan ALLAH pun memudahkan segala urusannya..

- Ada yang ngundang rejeki, tiap pagi dia sholat dhuha & berdoa, ketika orang lain sdh sibuk dia memilih ngadep langsung ke Penciptanya..

- Ada yang tiap 1/3 malam dia bangun sholat tahajjud berbisik pada bumi dan terdengar dilangit, ALLAH ridho hidupnya pun berkah..

Ada yg ngundang REZEKI dg cara MENANAM POHON dan mengkampanyekannya agar semua MAKHLUK BUMI bisa menikmati OKSIGEN dan mengurangi CO²

Rezekimu bukan dari Bossmu atau pelangganmu,
Tapi dari ALLAH

Undang rejeki dtg dg cara2 yg ALLAH Ridhoi...

"Memberi informasi itu tenangkan hati"
Kalo hatimu gak tenang, jangan2 karena berbagi informasipun engkau enggan..

Orang yg yakin ALLAH MAHA KAYA, dia gak pernah takut kelaparan.. dia gak pernah takut.. dan gak pernah ragu!

Mau jalan manakah yg kita pilih untuk mengundang rezeki?

Lakukanlah tanpa ada rasa ragu.

MAN JADDA WA JADA..
Ikhlaskan Insya ALLAH..

Selasa, 06 Juni 2017

Seberapa Istimewakah bulan Romadlon itu?




Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukkan suatu daerah. Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya:
"Dalam perjalanan, nanti malam kita akan melintasi sungai. Ambillah apa pun yang terinjak yang ada di sungai itu."
Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada 3 golongan prajurit. Golongan yang pertama tidak mengambil apa pun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu. Golongan yang kedua mengambil alakadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah raja. Yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.
Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam? Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia. Cerita tersebut dikutip dari buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka. Tidak lama lagi kita akan melewati Ramadhan. Di dalamnya banyak sekali keberkahan.
Ramadhan Kariim, semoga kita termasuk golongan yg mendapat magfirah, rahmah dan keberkahan Ramadhan 1438 H.
Dan kita memiliki 3 pilihan. Melewati Ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikit pun. Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya. Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Minggu, 14 Mei 2017

ISLAM TAPI TIDAK ISLAMI




SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.
Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.
Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :
“Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam”.
Dan Abduh pun terdiam.
Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.
Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah s.a.w.
Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.
Hasilnya ?
Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.
Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140. 
Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200. 
Apa itu islam ?
Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami ?
Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.
Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
“Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya”.
Itu indikator.
Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat”.
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."
"Bicara yang baik atau diam”.
Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara.
Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :
“Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam”.
Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.
Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya. Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : “mengapa harus dikunci ?”
Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis. Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.
Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat. Padahal jelas-jelas kata “iman” sama akar katanya dengan aman.
Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.
Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman. Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman.
Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :
“Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda”.
Mengapa kontradiksi ini terjadi ?
Syaikh Basuni, seorang ulama, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir. 
Suratnya berisi pertanyaan :
‎لماذا تأخر المسلمون وتقدم غيرهم؟
(Limaadzaa taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum?)
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?")
Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.
Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya.
Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqra' (membaca) dan cinta ilmu. Sistem pengajaran Islam menjadi dogmatis, apa kata ustad/ulama menjadi hukum yang harus diikuti. Tidak kritis dan mendebat ustad/ulama untuk mencari kebenaran. Karena ustad/ulama juga manusia yang sumber kesalahan. Akibatnya umat Islam sekarang cenderung anti kritik dan siap berperang jika ada yang kritis mempertanyakan sesuatu.
Tidak aneh dengan situasi seperti itu, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca dan mencari ilmu. Ajaran Islam hanya di tekankan pada hafalan dan mendengar semata. Bukan kritis dengan argumentasi serta menjadi paham. Meninggalkan riset yang menjadi fondasi dasar berkembangnya IPTEK dan kemajuan peradaban.
Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.
Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya.
Siapa yang salah ?
Mungkin yang salah yang membuat 'survey'...
Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama’ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Andaikan hafalan Al Qur'an yang jadi ukuran, in syaa Allah negara negara Arab yang akan menempati rangking pertama.
Memang bukan hanya itu parameter ke Islaman ..
Wallahualam
****
Mari kita bermuhasabah, mulai dari diri kita sendiri...
.. ☕
Terima kasih Mbak Titi Savitri Prihatiningsih.
Ini tambahan cerita saya.
Ketika berkesempatan naik kereta selama 24 jam dari Oslo ke Bodø di Norwegia,  saya benar2 merasakan betapa tak adanya aura kekhawatiran atau ketakutan atau rasa tidak aman orang2 dalam kereta.
Di seberang tempat duduk saya, duduk 8 orang anak muda, kelihatannya anak SMU atau mhs baru.  Mereka semua menggelar laptop dan HP serta aneka barang di meja.  Ketika akan makan,  ya ampun,  8 orang itu semua menuju gerbong restoran dengan meninggalkan semua barang di meja (laptop,  hp, tas, dan segala macam)  tanpa pengawasan siapa pun.  Lunga prung ngono wae.  Malah saya yang jadi pengawas. Alhamdulillah, sejaman berikutnya mereka kembali, dan sama sekali tidak ada yang memeriksa barang2 mereka.  Semua langsung membaca, menulis, atau beraktivitas dengan barang2 mereka tanpa rasa curiga.  Edaaaaan tenan.  Batinku, yen neng....  (ngendi ngono)  kapok tenan bocah2 kuwi, isa ilang kabeh barange dikukutke uwong.  Begitulah.
Ini tambahan cerita saya soal buang sampah yang tidak hanya berlaku bagi sampah manusia, tetapi juga sampah hewan piaraannya. Ini pengalaman pribadi, melihat dengan mata kepala sendiri. Tentu saja di mana pun selalu ada perkecualian.
Berkali-kali ke Hong Kong saya menemukan bbrp toilet yang secara khusus disiapkan untuk anjing. Pemilik membawa piaraannya ke tlilet tersebut dan memberi kesempatan binatang piaraannya buang hajat.
Setidaknya selama dua bulanan tinggal di Leiden, Belanda, saat jalan2 saya kadang dibuat terkesima oleh ulah positif pemelihara anjing. Pernah saya melihat seorang wanita tengah baya berjongkok di dekat taman milik seseorang. Ternyata dengan tas kresek ia tengah mengambil kotoran anjing piaraannya. Kotoran anjing itu kemudian dimasukkan tas kresek lagi dan dibawanya. Kemungkinan kotoran tsb. akan dibawa pulang atau dibuang di kotak sampah. Saya hanya melihat sisi tanggung jawabnya yang luar biasa. Namun, seperti halnya perkecualian lainnya, saya pun pernah melihat laki2 yang membiarkan kotoran anjingnya tertinggal di pinggir kanal. Begitulah.

Jumat, 12 Mei 2017

Cara meng-ENABLE Wi-Fi Laptop

Hello reader...
bertemu lagi dengan penulis yang selalu ingin berbagi ilmu (padahal ilmu pas-pasan ya. hehe)

kali ini saya ingin berbagi terkait bagaimana cara meng-ENABLE Wi-Fi yang ada di laptop..
saya menuliskan ini karena beberapa siswa murid saya di SMP mengadukan kendala laptop yang Wi-Finya tidak bisa menyala..
memang sih kemarin-kemarin laptop mereka baru selesai dipakai ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
yha.. berarti uda selesai donk masa bakti di SMP nya???
iya nih... bru kenal belum se tahun udah harus berpisah...
tapi yang penting, sebagai guru bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka..
masuk ke sekolah favorit mereka, bisa mengamalkan ilmunya, dan jadi orang yang sukses dan kaya dari semua aspek kehidupannya.. aamiinn..

 langsung saja, reader bisa melihat videonya di bawah ini...
Let's Check it out...

kalau ada pertanyaan, saran, komentar, silahkan diisi di kolom komentar yakk....





Senin, 08 Mei 2017

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN MENURUT QUR'AN

😊1. QOLBUN SYAKIRUN (hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. (QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7) 😊2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula. (QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26) 😊3. AL-AULADUL ABRAR (anak yg sholeh/sholehah). Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah. (QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74) 😊4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita). Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah. (QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2) 😊5. AL-MALUL HALAL (harta yang halal). Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. (QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155) 😊6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. (QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269) 😊7. UMUR YANG BAROKAH. Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225). اَلْحَمْدُاللّهِ رَ ب العَا لَمِيّن

Selasa, 18 April 2017

HUMANISME VS AKUNTABILITAS



Banyak dari pendidikan yang ada sekarang

Akuntabilitas mengacu pada apa yang telah direncanakan, yang telah disepakati sebelumnya, atau bahkan yang telah tersusun pada suatu sistem dalam menuntut pencapaian tujuan. Sehingga pelaksananya (manusia itu sendiri) harus mengikuti persis apa yang telah disepakati tersebut. Namun di lapangan, dalam pelaksanaan sistem yang telah disepakati, tentu ada saja hambatan yang datang. 
ketidak sesuaian sistem yang direncanakan dengan yang dilapangan masing muncul. 

Jika dikaitkan dengan pembelajaran kelas, dalam sebuah kelas unggulan misalnya, program yang digunakan dalam kelas tersebut adalah program kebut dalam membahas sebuah materi. namun dalam kenyataannya, masih saja ada siswa yang tertinggal dalam pembahasan materi. Padahal setiap hari selalu berganti materi yang dimaksudkan agar semua materi dapat dipahami semua.


Jumat, 31 Maret 2017

CERMIN REFLEKSI PENDIDIKAN INDONESIA


*Animals Schooling*
(untuk direnungkan orang tua)

Di sebuah Hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para  binatang.

Statusnya "disamakan" dengan sekolah manusia.

Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dlm sekolah tsb.
a. Terbang
b. Berenang
C. Memanjat
d. Berlari
E. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di "animals schooling", ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak.

Terlihat diawal masuk sekolah, masing2 siswa memiiki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yg berada diatas kemampuan binatang lain.

Demikian juga katak, sangat mahir pd pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian krn "animals schooling" mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yg tinggi krn belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sdh bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sdh mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dg susah payah namun belum jg menunjukkan hasil yg lebih baik.

Tidak ada siswa yg menguasai 5 mapel tsb dengan sempurna.

Kini, kelamaan.
Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenag dg baik krn sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, krn terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita.
Orangtua berharap anaknya serba bisa.
Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5.

Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E dsb dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan fokus dipotensi anaknya masing masing

Mari kita syukuri karunia  luar biasa yg sdh Allah amanahkan kpd kita para orangtua yg memiliki anak2 yg sehat dan Lucu.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing2,

Ada yg dominan di Limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.

Sehingga masing2 memiliki kelebihannya masing2...

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.

Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

Karena sesungguhnya setiap anak yg terlahir didunia ini adalah cerdas (dikelebihannya msg2), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersninar diantara kegelapan Malam.

Inilah saatnya kita bergandeng tangan  menggali potensi diri anak & anak didik kita seoptimal mungkin.

Selamat berjuang mengetuk pintu langit  Ayah & Bunda. Semoga Tuhan mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan ananda kelak di dunia & di akhirat... Aamiin

Kamis, 23 Maret 2017

*FILOSOFI BILANGAN DALAM BAHASA JAWA*


Dalam bhs Indonesia ;
21 = Dua Puluh Satu
22 = Dua Puluh Dua...s/d.
29 = Dua Puluh Sembilan
Dlm bhs Jawa tidak dinamakan Rong
Puluh Siji (21), Rong Puluh Loro
(22),... dst, melainkan... Selikur (21),
Rolikur (22), .... s/d Songo Likur (29).
Disini terdapat satuan *LIKUR* , yang
merupakan kependekan dari
*Lingguh KURsi*, artinya duduk di
Kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada
umumnya manusia mendapatkan
*TEMPAT:DUDUKNYA*, Pekerjaannya,
Profesi yang akan ditekuni dlm
kehidupannya ...
Ada penyimpangan pada Bilangan
*25*, tidak disebut sebagai LIMANG
LIKUR, melainkan *SELAWE*.
SELAWE ; ( *SEneng-senenge LAnang
lan WEdok* ). Puncak asmara laki-laki
dan perempuan, yg ditandai oleh
Pernikahan.
Maka pada usia tersebut pada
umumnya orang menikah (dadi
manten).
Ada penyimpangan lagi pada
bilangan *50*, setelah Sepuluh,
Rong Puluh (20), Telung Puluh (30),
Patang Puluh (40), mestinya Limang
Puluh (50) .
Tapi 50 diucapakan menjadi *SEKET*.
SEKET ( *SEneng KEthunan*); suka
memakai Kethu/tutup kepala, Topi/
Kopiah. Tanda usia semakin lanjut.
Tutup kepala bisa untuk menutup
botak atau rambut yang memutih
karena semirnya habis....
Disisi lain bisa juga kopiah atau
tutup kepala melambangkan orang
yang seharusnya sudah lebih taat
beribadah...!!
Pada usia 50 thn mestinya seseorang
seharusnya lebih memperbanyak
ibadahnya dan lebih berbagi untuk
bekal memasuki Kehidupan Akherat
yang Kekal dan Abadi...!!
Dan kemudian masih ada Satu
Bilangan lagi, yaitu *60*, yang
namanya menyimpang dari pola,
bukan Enem Puluh melainkan
*SEWIDAK atau SUWIDAK*.
SEWIDAK ( *SEjatine Wis wayahe
TinDAK*).
Artinya ?
Sesungguhnya sudah saatnya pergi,
sudah matang....
Harus sudah siap dipanggil
menghadap Tuhan.
Semoga bermanfaat dan semoga kita
tetap sehat & semangat walau
hampir *SEWIDAK*....

Kamis, 16 Maret 2017

Kita Tahu TAPI Kita Tidak Mengetahui

🕌🕌🕌🕌🕌🕋🕌🕌🕌🕌🕌

           *KITA TAHU*
              *_tapi kita_*
       *TIDAK PEDULI*

🕌 *Kita mengetahui,* _*Sholat secara berjamaah* itu adalah sunnah, mendapat lebih 27 derajat dibanding Shalat bersendirian. Tetapi ruginya kita masih *tidak mampu untuk berjamaah di Masjid atau Surau.*_

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa ucapan *Subhaanallaahi wa bihamdihi* sebanyak 100 kali dalam sehari akan *menghapuskan dosa-dosa kita,* walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang, berapa banyak hari kita yang berlalu *tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.*_

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa *pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 sedekah*, akan tetapi sayang, hari berganti hari *tanpa kita melakukan sholat Dhuha*._

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa orang yang *berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja*, akan dijauhkan wajahnya dari api Neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tetapi sayang, *kita tidak mau menahan lapar.*_

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa siapa yang *menjenguk orang sakit* akan diikuti oleh 70 ribu Malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tetapi sayang, kita *belum juga menjenguk satu orang sakit pun minggu ini.*_

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa siapa yang membantu *membangun Masjid karena Allah SWT* walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di Syurga. Tetapi sayang, kita *tidak tergerak untuk membantu pembangunan Masjid* walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu atau seribu rupiah._

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa siapa yang *membantu ibu tunggal dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah,* atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang shalat sepanjang malam tanpa tidur. Tetapi sayang, sampai saat ini kita *tidak berniat membantu seorang pun anak yatim*_

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa orang yang membaca *satu huruf dari Al-Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan di lipatgandakan sepuluh kali*. Tetapi sayang, kita *tidak pernah* meluangkan waktu membaca Al-Qur'an dalam jadwal harian kita._

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa *Haji yang mabrur,* tidak ada pahala baginya kecuali Syurga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tetapi sayang, *kita tidak bersemangat untuk melaksanakan Haji,* padahal kita mampu melaksanakannya._

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang *paling banyak shalat malam,* dan bahawasanya *Rasulullah SAW* dan para sahabatnya *tidak pernah meremehkan sholat malam* ditengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tetapi sayang kita *terlalu meremehkan sholat malam*._

🕌 *Kita mengetahui,* _bahwa *hari Kiamat pasti terjadi*, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu *Allah SWT* akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu..._

_Kita sering menyaksikan orang² yang kita kenal dan kita sayangi *meninggal mendahului* kita. Tetapi sayang, kita selalu hanyut dengan senda gurau dan permainan seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya._

Saya telah mengirimkan nasihat ini kepada orang² yang saya cintai karena *Allah SWT*, maka kirimkanlah nasihat ini kepada orang² yang kalian cinta & sayangi...

*_Barokallaahu fiikum.._
🤗🤗🤗🤗

🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃

Selasa, 14 Maret 2017

💖 *Menjadikan Rumah Serasa Surga*❤💝

Seorang ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangganya. Seorang ibu adalah ratu, manager dan pemegang kendali  dalam sebuah  rumah tangga. Rumah adalah tempatnya berkarier sekaligus pusat kegiatannya. 

Tak berlebih sekiranya dikatakan bahwa sebuah peradaban itu dimulai dari rumah. Dari rumahlah seorang anak lahir, tumbuh dan membesar yang akan sangat menentukan masa depannya kelak. Dari rumahlah juga seorang suami seharusnya mendapatkan ketenangan dan ketentraman setelah seharian berjibaku mencari nafkah di luar rumah demi memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.

Kita sering mendengar ungkapan baiti jannati; rumahku surgaku. Rumah yang bukan sekadar megah dan mewah layaknya sebuah istana. Namun rumah yang mampu memberikan rasa tentram, kedamaian serta kebahagiaan layaknya sebuah surga di dunia.

Untuk mewujudkannya, seorang ibu tidak hanya harus shalehah namun ia juga harus cerdas dan kreatif. Seorang ibu harus senantiasa belajar agar suami dan anak-anaknya betah berada di rumah. Menjadikan rumah sebagai tempat terbaik setelah seharian beraktivitas di luar sana. Menjadikan rumah sebagai tempat yang senantiasa dirindukan para penghuninya.

🏡 *Rumah, Surga Dunia Bagi Suami* 👍

Banyak cara yang dapat dilakukan para istri untuk menciptakan suasana rumah laksana surga dunia bagi suaminya.  Diantaranya yang dapat dilakukan adalah:

🍃 *Bekerjasama mengerjakan ketaatan*
Rumah akan terasa laksana surga dunia ketika di dalamnya ada kerjasama antara suami dan istri untuk bersama-sama menumbuhkan dan mewujudkan kecintaan serta ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla.  Rumah yang di dalamnya sepasang suami istri saling bahu membahu  untuk mendapatkan keridhaan Allah. Saling bekerja sama melakukan perbaikan diantara mereka.

Sebagai kepala keluarga seorang suami harus  dapat membimbing dan mengarahkan istrinya agar tidak keluar dari jalur syariat. Demikian pula seorang istri haruslah senantiasa menopang, meneguhkan dan menyemangati suaminya agar senantiasa berada dalam jalur syariat yang diridhai Allah.

🍃 *Menciptakan suasana rumah yang nyaman*
Rumah yang nyaman tak harus besar dan mewah. Sebuah rumah yang sangat sederhana sekalipun tetaplah dapat menjadi surga dunia bagi seorang suami manakala rumah tersebut terlihat bersih dan tertata dengan baik. Rumah yang nyaman akan memberikan rasa tenang bagi seorang suami setelah seharian beraktivitas di luar rumah. Sehingga suami akan selalu merindukan suasana rumah di manapun ia berada.

🍃 *Berpenampilan Paling Menarik Di Hadapan Suami*
Agar suami betah di rumah maka sudah seharusnya seorang istri senantiasa menjaga penampilannya  di hadapan suaminya. Bukankah seorang istri  adalah milik suaminya. Muslimah shalihah hanya akan berdandan untuk memikat hati suaminya. Sementara ketika keluar rumah, maka ia akan menutup rapat-rapat tubuhnya dan tidak membiarkan sesenti pun dari tubuhnya terlihat oleh laki-laki  _*ajnabi*_ /asing, selain mahram

Seorang suami ketika pulang ke rumah dan mendapati istrinya dalam keadaan terbaik tentu akan senantiasa mendambakan rumahnya. Seorang suami tidak akan perlu membandingkan istrinya dengan perempuan-perempuan lainnya di luar sana. Karena sesungguhnya apa yang dimiliki perempuan tersebut juga ada pada istrinya yang setia menunggunya di rumah. 

“...Sesungguhnya wanita itu datang dengan rupa setan dan pergi dengan rupa setan (pula). Jika seseorang dari kalian melihat seorang wanita, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena hal itu akan menolak apa yang ada dalam dirinya” (HR. Muslim, Abu Dawud  dan at-Tirmidzi ). Dalam satu riwayat disebutkan, “Karena istrinya pun memiliki apa yang dimiliki oleh wanita itu.”

🍃 *Senantiasa patuh dan taat pada suami*
Kepatuhan dan ketaatan seorang istri juga akan membuat suami merasakan surga di rumahnya. Ketika seorang perempuan telah berumah tangga maka kepemimpinan juga berubah. Jika saat masih gadis, ia wajib tunduk dan patuh pada kedua orang tuanya maka ketika telah menikah maka kepatuhan dan ketundukan itu berpindah pada suaminya. (tentu saja kepatuhan yang dimaksud selama tidak melanggar aturan dari Allah Azza wa Jalla)

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak patut seseorang sujud kepada orang lain. Sekiranya seseorang patut sujud kepada orang lain, tentu aku akan perintahkan seorang istri sujud kepada suaminya, karena begitu besar haknya kepada istrinya itu.”  (HR. Nasa'i)

Ketaatan  ini juga termasuk untuk  bersegera menjawab panggilan suami guna memenuhi kebutuhan atau hasrat suaminya. Panggilan ini harus segera dijawab dan tidak boleh ditunda tanpa udzur yang syar’i.

“Dan tidaklah seorang istri dapat menunaikan seluruh hak Allah  terhadapnya hingga ia menunaikan seluruh hak suaminya. Sampai-sampai jika suaminya meminta dirinya (mengajaknya jima’) sementara ia sedang berada di atas pelana (yang dipasang di atas unta) maka ia harus memberikannya (tidak boleh menolak).” (HR. Ahmad)

Adapun ancaman bagi istri yang menolak ajakan suami adalah “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR Muslim)

🍃 *Senantiasa bersyukur atas kebaikan suami*  
Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa wanita adalah mayoritas penghuni neraka. Ketika Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam ditanya, ternyata salah satu penyebabnya adalah kurangnya rasa syukur atas kebaikan-kebaikan yang telah diberikan suaminya. “Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur. ”Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”

Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka satu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Seorang istri haruslah banyak-banyak bersyukur atas apa yang telah diberikan suami kepadanya. Bukankah suami telah bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhannya. Sekiranya hal tersebut dirasa masih kurang maka hal tersebut bukanlah alasan untuk kemudian tidak bersyukur. Bersabar dan berdoalah agar suami dimudahkan rezekinya. Bahkan Allah mengancam para istri yang tidak tahu bersyukur atas pemberian suaminya. Dari Abdullah bin Amr’ ujarnya: "Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah tidak mau melihat istri yang tidak berterima kasih atas kebaikan suaminya, padahal ia selalu memerlukannya. - (HR. Nasa'i)

🍃 *Tinggal di rumah dan tidak keluar kecuali seizin suami*
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

Sekiranya seorang istri ingin mempunyai keperluan di luar rumah maka wajib baginya untuk meminta izin suami terlebih dahulu. Termasuk jika si istri ingin keluar untuk mengunjungi kedua orang tuanya bahkan untuk keperluan misalnya shalat di masjid sekalipun.

🍃 *Tidak mengizinkan orang lain masuk rumah kecuali dengan izin suami*
Ketenangan juga akan dirasakan seorang suami ketika ia tahu istrinya tidak akan memasukkan orang-orang yang tidak disukainya ke dalam rumah mereka. “Tidak boleh seorang wanita mengizinkan seorang pun untuk masuk di rumah suaminya sedangkan suaminya ada melainkan dengan izin suaminya.” (HR. Ibnu Hibban)

🏡 *Rumah, Surga Dunia Bagi Anak-Anak* 💖

Menciptakan rumah laksana surga dunia bagi anak-anak juga dapat dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya adalah:
♨ *Menjadikan rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak.*
Sedini mungkin anak-anak dikenalkan dengan agama mereka.  Sebelum anak-anak mendapatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah, maka rumah adalah sekolah pertamanya. Kita sering mendengar istilah al ummu madrasatuh, ibu adalah madrasah, sekolah pertama bagi anak-anaknya. Selayaknya seorang anak mengenal agamanya pertama kali dari orangtuanya.

♨ *Menjadikan rumah sebagai benteng yang senantiasa siap melindungi keluarga dari pengaruh buruk diluar sana.*

Kita tahu di zaman seperti sekarang ini, kerusakan telah terjadi di segala bidang. Pergaulan bebas, kemerosotan moral, kejahatan dengan segala bentuk, dan segala macam kerusakan banyak dijumpai diluar sana. Untuk itu anak-anak membutuhkan pondasi yang kuat yang dibangun dari rumah. Dengan pondasi yang kuat, anak-anak tidak akan mudah terpengaruh dengan lingkungan serta pergaulan buruk yang ada di dekatnya. Bahkan dengan berbekal pondasi yang kuat, anak-anak akan menjadi dai-dai cilik yang akan mampu mewarnai sekelilingnya dengan kebaikan.

♨ *Menjadikan rumah sebagai tempat yang penuh cinta dan kasih sayang bagi anak*

Rumah yang hangat dan penuh kasih sayang akan membuat anak-anak selalu merindukan rumahnya. Di rumah mereka mendapatkan perhatian penuh dari kedua orangtuanya. Di rumah ada sosok ibu yang senantiasa menunggu kehadiran mereka usai mengerjakan aktivitas di luar sana. Ibu yang siap mendengarkan segala keluh kesah maupun cerita-cerita dari anak-anaknya. Ibu yang menyiapkan segala kebutuhan mereka. Dan ibu yang selalu tahu apa-apa yang anak-anaknya butuhkan. Selain itu, seorang ibu juga harus dapat memperlihatkan keharmonisannya dengan suami. Sedapat mungkin hindari berbeda pendapat terlebih sampai  bertengkar di depan anak. Ketidakharmonisan hubungan di antara kedua orangtua akan sangat berpengaruh pada perkembangan anak-anak.

♨ *Menjadikan rumah sebagai  role model, tempat anak menemukan keteladanan*

Setiap anak butuh keteladanan dan teladan yang paling baik adalah kedua orang tuanya. Dari kedua orangtuanyalah anak-anak belajar bagaimana menghadapi berbagai macam persoalan. Dengan memberikan keteladanan yang baik maka anak-anak tidak perlu mencari sosok lain di luar sana yang belum tentu akan mampu memberi keteladanan sesuai dengan syariat islam.

♨ *Menjadikan rumah sebagai sumber ilmu pengetahuan*

Buku adalah jendela dunia, demikian ungkapan yang sering kita dengarkan. Melalui buku, kita dapat mempelajari berbagai hal. Untuk itu selayaknya sebuah rumah dilengkapi  dengan perpustakaan, setidaknya koleksi buku yang akan memperkaya pengetahuan anak. Untuk itu seorang ibu haruslah memilihkan buku-buku yang dapat menambah pengetahuan serta pemahaman agama anak-anaknya.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan para ibu dan istri demi terciptanya surga dunia yang dapat dirasakan oleh suami dan anak-anak di rumah. Dengan terwujudnya hal tersebut semoga semua keluarga kita mendapatkan SAMARA membawa kebahagiaan tidak hanya di dunia ini namun juga hingga di Jannah kelak. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Semoga bermanfaat..

Selasa, 28 Februari 2017

NOTE THIS !!!

SEBUAH KISAH TENTANG CINTA KASIH SEORANG AYAH ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Ayah di dalam kamar, beberapa kali batuk-batuk. "Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu. Aku mendengarkan ibu dengan heran.

"Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan.
Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki-laki tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang, maka dia hanya menjabat tanganmu, lalu berdiri sampai kereta itu menghilang", kata ibu.

"Ibu memang sering menelponmu. Tahukah kau, itu selalu ayahmu yang menyuruh dan mengingatkan. Mengapa bukan ayahmu sendiri yang menelpon? Dia bilang, "Suaraku tak selembut suaramu. Anak kita harus menerima yang terbaik".

"Ketika kamu diwisuda, kami duduk di belakang. Ketika kau ke panggung dan kuncir di togamu dipindahkan rektor, ayahmu mengajak ibu berdiri agar dapat melihatmu lebih jelas. "Alangkah cantiknya anak kita ya bu," kata ayahmu sambil menyeka air matanya.

Mendengar cerita ibu di ruang tamu, dadaku sesak, mungkin karena haru atau rasa bersalah. Jujur saja selama ini kepada ibu aku lebih dekat dan perhatianku lebih besar. Sekarang tergambar kembali kasih sayang ayah kepadaku. Aku teringat ketika naik kelas 2 SMP aku minta dibelikan tas. Ibu bilang ayah belum punya uang.

Tetapi sore itu ayah pulang membawa tas yang kuminta. Ibu heran. "Tidak jadi ke dokter?" tanya ibu. "Kapan-kapan saja. Nanti minum jahe hangat, batuk akan hilang sendiri", kata ayah. Rupanya biaya ke dokter, uangnya untuk membeli tasku, membeli kegembiraan hatiku, dengan mengorbankan kesehatannya.

"Dulu setelah prosesi akad nikahmu selesai, ayahmu bergegas masuk kamar. Kau tahu apa yang dilakukan?" tanya ibu. Aku menggeleng. "Ayahmu sujud syukur sambil berdoa untukmu. Air matanya membasahi sajadah.

Dia mohon agar Allah melimpahkan kebahagiaan dalam hidupmu. Sekiranya kau dilimpahi kenikmatan, dia mohon tidak membuatmu lupa zikir kepada-Nya. Sekiranya diberi cobaan, mohon cobaan itu adalah cara Tuhan meningkatkan kualitas hidupmu. Lama sekali dia sujud sambil terisak. Ibu mengingatkan banyak tamu menunggu. Dia lalu keluar dengan senyuman tanpa ada bekas air di pelupuk matanya".

Mendengar semua itu, air mataku tak tertahan lagi, tumpah membasahi pipi. Dari kamar terdengar ayah batuk lagi. Aku bergegas menemui ayah sambil membersihkan air mata.

"Kau habis menangis?" ayah menatapku melihat sisa air di mataku. "Oh, tidak ayah!" aku tertawa renyah. Ku pijit betisnya lalu pundaknya. "Pijitanmu enak sekali seperti ibumu", katanya sambil tersenyum. Aku tahu, meski sakit, ayah tetap ingin menyenangkan hatiku dengan pujian. Itulah pertama kali aku memijit ayah. Aku melihat betapa gembira wajah ayah. Aku terharu.

"Besok suamiku menyusulku, ambil cuti seminggu seperti aku. Nanti sore ayah kuantar ke dokter", kataku. Ayah menolak. "Ini hanya batuk ringan, nanti akan sembuh sendiri". "Harus ke dokter, aku pulang memang ingin membawa ayah ke dokter, mohon jangan tolak keinginanku", kataku berbohong.

Ayah terdiam. Sebenarnya aku pulang hanya ingin berlibur, bukan ke dokter. Tapi aku berbohong agar ayah mau kubawa ke dokter. Aku bawa ayah ke dokter spesialis. Ayah protes lagi, dia minta dokter umum yang lebih murah. Aku hanya tersenyum.

Hasil pemeriksaan ayah harus masuk rumah sakit hari itu juga. Aku bawa ke rumah sakit terbaik di kotaku. Ibu bertanya setengah protes. "Dari mana biayanya?". Aku tersenyum, "Aku yang menanggung seluruhnya bu. Sejak muda ayah sudah bekerja keras mencari uang untukku.

Kini saatnya aku mencari uang untuk ayah. Aku bisa! Aku bisa bu!". Kepada dokter aku berbisik; "Tolong lakukan yang terbaik untuk ayahku dok, jangan pertimbangkan biaya", kataku. Dokter tersenyum.

Ketika ayah sudah di rumah dan aku pamit pulang, aku tidak menyalami, tetapi merangkul dengan erat untuk membayar keinginannya di stasiun dulu. "Seringlah ayah menelponku, jangan hanya ibu", kataku. Ibu mengedipkan mata sambil tersenyum.

Dalam perjalanan pulang, aku berfikir, berapa banyak anak yang tidak paham dengan ayahnya sendiri seperti aku. Selama ini aku tidak paham betapa besar cinta ayah kepadaku.

Hari-hari berikutnya aku selalu berdoa : "Rabbighfir lii wa li waalidayya warhamhuma kama rabbayaani shagiira". Namun kini dengan perasaan berbeda. Terbayang ketika ayah bersujud pada hari pernikahanku sampai sajadah basah dengan air matanya  .......     .............................. ......       Semoga kita seklg sll Sehat Ceria n Barokah .....

Jumat, 24 Februari 2017

Pitutur Jawa / PESAN KEHIDUPAN

PITUTUR JOWO ASLI

Mbesuk yen wis ono kreto tanpa jaran..
Tanah Jowo kalungan wesi..
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang..
Kali ilang kedhunge..
Pasar ilang kumandange..
Iku tondo yen tekane jaman akhir wis cedhak..

Bumi soyo suwe soyo mengkeret..
Sekilan bumi dipajeki..
Jaran doyan mangan sambel..
Wong wadon nganggo pakeyan lanang..
Wong lanang koyo wong wadon..
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman..
Akeh janji ora ditetepi..
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe..
Menungso podho seneng nyalah..
Ora ngendahake aturaning Gusti..

Barang jahat diangkat-angkat..
Barang suci dibenci..
Akeh menungso mung ngutamakke duwit..
Lali kamanungsan..
Lali kabecikan..
Lali sanak lali kadang..
Kepingine mung urip mukti..
Ngumbar nafsu angkoro murko..
Nggedekake duroko..

Wong bener thenger-thenger..
Wong salah malah bungah..
Wong apik malah ditampik..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong agung kasinggung..
Wong olo kapujo-pujo..
Wong wadon ilang kawirangane..
Wong lanang ilang kaprawirane..
Akeh wong ngedol elmu..
Akeh wong ngaku-aku..
Njobone putih njerone dadu..
Ngakune suci, nanging sucine palsu..
Akeh bujuk akeh lojo..
Akeh udan salah mongso..
Akeh prawan nglairake anak..
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapak'e..

Agomo akeh sing nantang..
Prikamanungsan soyo ilang..
Omah suci dibenci..
Omah olo soyo dipujo..
Anak mangan bapak..
Sedulur mangan sedulur..
Konco dadi mungsuh..
Guru  podho disatru..
Tonggo podho curigo..
Kono-kene soyo angkoro murko..

Mbesuk yen ono peperangan..
Teko soko wetan, kulon, kidul lan lor..
Akeh wong becik soyo sengsoro..
Wong jahat soyo seneng..
Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul..
Wong salah dianggep bener..
Pengkhianat nikmat..
Durjono soyo sempurno..
Wong jahat munggah pangkat..
Wong lugu kebelenggu..
Wong mulyo dikunjoro..
Wong wadon nglamar wong lanang..
Wong lanang ngasorake drajate dhewe..
Sing kebat kliwat..
Sing telah sambat..
Sing gede kesasar..
Sing cilik kepleset..
Sing anggak ketunggak..
Sing wedi mati..
Sing nekat mbrekat..
Sing jerih ketindih..
Sing ngawur makmur..
Sing ngati-ati ngrintih..
Sing ngedan keduman..
Sing waras nggagas..

namung sakniki seng lagi digandrungi yoiku ..
Ing ngarso numpuk bondho..
Ing madyo mangan konco..
Tut wuri nggolek rai..

Pitutur Jowo asli iki ojo dilalekno yo lurrr..
Urip iki mung sedhelo..
Mulo, pitutur iki sebarno marang poro konco..
Ora karep ngguroni tapi mung ngelingno kareben tetep waspodo tansah eling marang dawuhe Gusti ALLAH Kang Moho Kuoso....-

nyuwun pangapunten seng katah yen wonten lepat nipun...

Matur sembah nuwun.

Selasa, 17 Januari 2017

PESAN DEWA EKA PRAYOGA

Entah kenapa, Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per Bulan dan dengannya mereka bisa sedekah jor-joran tanpa hitung2an. MasyaAllah... Iri banget!

Dulu pas Saya ngisi di Medan, ada salah satu peserta training bapak2 yang perawakannya muda.

Di belakang, dia ngajak ngobrol dan ngajak ketemuan nanti malam di tempat hotel Saya menginap.

Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak2 ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans. Usia tua, pembawaan muda.

Lalu dia ngajak Saya keluar, "Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".
Saya pikir, kenapa enggak, yasudah...

Di mobil, Saya ngobrol banyak. Tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dll.
Gak kerasa, nyampe deh tempat makan
Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul...
Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas...

Iseng Saya tanya, "Udah berapa lama pak?"
Jawab: Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..
Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada yang lain. Hehe
Langsung Saya kepo, "Kalau yang lain pak?"

Jawab: Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih.
Abuset dah! Ini orang bukan orang sembarangan.
Sambil terkaget2, Saya bilang, "Pak, banyak amat bisnisnya..."

Sembari bercanda, dia bilang, "Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."
Yassalam... Makin kepo nih Saya

Langsung Saya bilang, "Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran dong pak?"
Jawab: Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.
Dalam hati, "Wah ini orang assem tenan...". Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^

Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya. Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!

Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih, "Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."

Allah ya rabb.. nyess!

Saya gak puas. Minta wejangan lagi, "Ada lagi gak stadz?" (Saya tiba2 manggil dia ustadz)
Jawab: Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi2 nasi untuk orang2 gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Wah ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah...

Saya nurut. Sepulang ke Bandung, Wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan. Hasilnya emang ajaib! Gak bisa diungkapkan dengan kata2..

Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar2, gak pernah berhenti berbagi (harta maupun ilmu)

Nah, Saya iri sama orang macam begini... Kepengen kaya dia. Allah..

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)

Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa2 ternyata dalam Islam...

Semoga sharing singkat Saya ini, bermanfaat untuk kawan2 semua. Aamiin..
By the way, hotel tempat tinggal Saya saat itu, bintang 5, ternyata milik dia juga. 😲
Pantesan kok resepsionisnya kaya manut2 ke dia...

(Dewa Eka Prayoga)

#copas

FILOSOFI 5 JARI


✋✋✋✋✋✋✋✋

🌹Ada si gendut Jempol yang selalu berkata Baik dan menyanjung...
🌹Ada Telunjuk yang suka Menunjuk dan Memerintah..
🌹Ada si jangkung Jari Tengah yang Sombong karena paling panjang...
🌹Ada Jari Manis yang selalu menjadi teladan., Baik dan Sabar sehingga diberi hadiah Cincin...
🌹Dan ada Kelingking yang Lemah lagi Penurut...

✋Dengan perbedaan Positif dan Negatif yang dimiliki masing2 jari, ...mereka Bersatu untuk mencapai Satu Tujuan (saling melengkapi).

✋Pernahkah kita bayangkan bila Tangan kita hanya terdiri dari Jempol semua..???
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti..!

🌿 Kita terlahir dengan segala Perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk Bersatu :

💚saling menyayangi...
💚saling menolong...
💚saling membantu...
💚saling mengisi...
💚saling menghargai...

Bukan untuk :
🔴 saling menuduh...
🔴 saling menyalahkan...
🔴 saling merusak...

🌿 Semua Perbedaan dari kita adalah Keindahan yang terjadi agar kita Rendah Hati untuk menghargai orang lain... Tidak ada satupun Pekerjaan yang dapat kita kerjakan sendiri.

🌿 Mungkin Kelebihan kita adalah Kekurangan orang lain... Sebaliknya Kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita..!

🌿 Tidak ada yang lebih Bodoh atau lebih Pintar...
Bodoh atau Pintar itu relatif sesuai dengan bidang/talenta yang kita syukuri masing masing menuju Impian kita...

🌿 Bukan individualis yang sempurna.
Orang Pintar bisa gagal.
Orang Hebat bisa jatuh..!

Tetapi...

🌿 Orang yang Rendah Hati dalam segala Hal akan selalu mendapat KEBAHAGIAAN...💐

Senin, 16 Januari 2017

*_"WANITA & LELAKI DALAM HUKUM ISLAM"_*

📣  *_"WANITA & LELAKI DALAM  HUKUM ISLAM"_*
Copas

*_WANITA_ perlu taat kepada suaminya, setelah itu baru kepada _Bapak dan Ibunya._*
*Tapi tahukah, bahwa _lelaki_ wajib taat kepada _Ibunya 3X_ lebih utama dari pada kepada _Bapaknya..._*

*_Wanita_ menerima warisan lebih sedikit dari pada _Lelaki._*
*Tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada _Suaminya,_ sementara apabila _lelaki_ menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk _Isteri dan anak-anaknya..._*

*_Wanita_ perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak.*
*Tapi tahukah bahwa setiap saat _Wanita_ didoakan oleh segala umat, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH SWT di muka bumi ini. Serta jika ia mati karena melahirkan _adalah Syahid niscaya Surga akan menantinya._*

*_Di akhirat kelak_, seorang _lelaki_ akan mempertanggung jawabkan _4 wanita_, yaitu:*
*1. _Isterinya_*
*2. _Ibunya_*,
*3. _Anak Perempuannya dan_*
*4. _Saudara Perempuannya_*

*_Artinya :_*
*bagi seorang _Wanita_ tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh _4 orang lelaki_, yaitu :*
*1. _Suaminya_*
*2. _Ayahnya_*
*3. _Anak Lelakinya dan_*
*4. _Saudara Lelakinya_*

*_Seorang wanita_ boleh memasuki _Pintu Surga_ melalui _Pintu Surga_ yang mana saja yang disukainya..  dengan syarat :*
*1. _Shalat 5 waktu_*
*2. _Menutup Aurat_*
*3. _Puasa di bulan Ramadhan_*
*4. _Taat kepada Suaminya_*

*_Seorang lelaki_  wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata...*

*_Sebarkan Tausyiah ini_ kepada saudara muslim semoga pahala mengalir kepada kita... Aamiiin Yaa Robbal Alamiin.*

*_Di kirim khusus_ kepada wanita shalihah agar senantiasa :*
*_@ Bersabar saat tertekan_*
*_@ Tersenyum di saat hati menangis_*
*_@ Diam saat terhina_*
*_@ Mempesona krn memaafkan_*
*_@ Mengasihi tanpa pamrih_*
*_@ Bertambah kuat di dlm doa dan pengharapan..._*

*_Dikirim untuk laki-laki agar senantiasa mencintai Isterinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya._*

👉Nb:Mohon saudara /saudariku bantu share, Baarokallah fiikum.
Semoga bermanfaat😀

Sumber : copas dari grup WhatsApp

IBROH UNTUK KITA

_*Bismillahirrahmaanirraahiim*_

*Kepada para suami istri wajib baca cerita ini,mudah2an dan in syaa Allooh menjadi ibroh buat kita*........

"Teeng..."
Terdengar denting bunyi jam 1 kali, menandakan jam 01.00 dini hari.

“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Abdurrahman saat masuk rumah.

Tak ada orang yang menjawab, Dia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.

"Biarlah malaikat yang menjawab salamku,”
Gumamnya dalam hati.

Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.

Setelah itu, barulah Abdurrahman  menuju kamar mandi sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian.

Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun.

Segera dia  beranjak menuju kamar tidur.
Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.
Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang pulas tidur.

Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.

Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir tempat tidurnya.

Dipandanginya dalam-dalam wajah Qonitat istrinya.

Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum dia menikah.

Ayahnya berpesan :
"Jika kamu sudah menikah nanti:

•Jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan keinginanmu.
Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.
•Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.

Dan..
°Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, Maka..
Lihatlah ketika istrimu tidur.."

“Kenapa Yah, kok waktu dia tidur?”
Tanyanya kala itu.

Ayahnya menjawab :
“Nanti kamu akan tahu sendiri"

Waktu itu, dia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam itu, Abdurrahman  mulai memahaminya. Malam itu, dia menatap wajah istrinya lekat-lekat.

Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya.

Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima.

Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat.

Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.

Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, Dia  bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis:
•Yang leluasa beraktivitas,
•Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu aku menjadikanmu seorang istri. •Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
•Memberikanmu banyak batasan,
•Mengaturmu dengan banyak aturan.

Dan aku pula..
•Yang menjadikanmu seorang ibu. •Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
•Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku..
Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, kini aku memberikan beban di tanganmu, dan dipundakmu..
•Untuk mengurus keperluanku,
•Guna merawat anak-anakku, juga
•Memelihara kenyamanan  rumahku.

Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.

Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.

Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.

Kau buang egomu untuk menaatiku.

Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku..
Di kala susah, kau setia mendampingiku.

Ketika sulit, kau tegar di sampingku.

Saat sedih, kau pelipur laraku.

Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.

Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku.

Kala aku bimbang, kau penguat tekadku.

Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku.

Ketika aku salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku..
Telah sekian lama engkau mendampingiku.

Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.

Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!

Dengan alasan apa aku marah padamu..?!

Andai kau punya kesalahan atau kekurangan.
Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan air mata.

Akulah yang harus membimbingmu.
Aku adalah imammu.

Jika kau melakukan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu.

Jika ada kekurangan pada dirimu.
Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.

Karena kau insan, bukan malaikat.

Maafkan aku istriku..
Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan.

Mari kita bersama-sama membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Alloh azza wa jalla.

Segala puji hanya untuk Alloh azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”

Tanpa terasa air matanya menetes deras di kedua pipinya.

Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.

Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.

Tak lama kemudian ia pun terlelap.

•®•®•
"Teeng..teeng.."

Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.

Qonitat, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :
“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!"

Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.

Pelan-pelan ia duduk, sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.

“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.

Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa.

Sudah makan apa belum ya dia..?!"
Gumamnya dalam hati.

Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.
Akhirnya dia cuma pandangi saja wajah suaminya.

Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya.

Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Hanya hatinya yang bicara :
“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.

Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.

Begitu besar harapan kusandarkan padamu.

Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.

Wahai suamiku..
•Ketika aku sendirian..
Kau datang menghampiriku.

•Saat aku lemah..
Kau ulurkan tanganmu menuntunku.

•Dalam duka..
Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku.

•Dengan segala kemampuanmu..
Kau selalu ingin melindungiku.

Wahai suamiku..
•Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.
•Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.

•Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal, tidak menyurutkan langkahmu.

Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.

Lalu..
Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.

Dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu?

Seberapa pun materi yang kau berikan,
itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.

Walau kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku,
Tapi..
Kesungguhan & tekadmu beramal sholeh, mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Alloh..
Membanggakanku dan membahagiakanku.

Maafkan aku wahai suamiku..
Akupun akan memaafkan kesalahanmu.

Alhamdulillah.. segala puji hanya milik Allah.
Yang telah mengirimmu menjadi imamku.

Aku akan taat padamu untuk mentaati Alloh.

Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

"Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota 'ayun waj'alna lil muttaqiina imaama"
••••••••
Semoga kisah ini juga terjadi pada keluarga kita.,...,
Aamiin yaa Robbal 'aalamiin...

Sumber : didapat dari grup WhatsApp

Senin, 09 Januari 2017

NGAJI SANTAI TAPI SERIUS

Bismillaah...
Assalamualaikum w.w.

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan ............... ??
2. Allah itu *mematikan* dan ............... ??
3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan ............... ??
4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan ................ ??

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Gampang kan ?
Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk nomor 1, 2 dan 3 saja.
Sedang untuk jawaban Nomor 4, Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*

Sekarang mari kita bahas.
Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)
Tapi bagaimana dengan no.4 ?
Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?
Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ

"dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*"
(QS. An-Najm: 43)
👍👍👍

*Jawaban no 2*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ

"dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*"
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

*Jawaban no 3*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ

"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. "
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

*Jawaban no 4*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ

"dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan KECUKUPAN.*"
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya *BUKAN kemiskinan* seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri.

*Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang *pandai bersyukur* walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum😊BAHAGIA???
*Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.*

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal*.

Aamiin...

🍀☀💦🌵🌙🍀
Silakan dishare..
Semoga bermanfaat.

Kamis, 05 Januari 2017

*Ada Ganti Yang Lebih Indah*

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengisahkan,
     "Dahulu ada seorang penuntut ilmu yang memiliki wajah yang sangat tampan. Banyak wanita yang tergila-gila padanya.
Pemuda itu tinggal sendiri. Hingga disuatu malam yang sangat dingin, tiba-tiba masuklah seorang gadis cantik yang tak lain adalah anak tetangganya.
      Dengan wajah memelas ia mengatakan kalau ayahnya tidak membukakan pintu untuknya, sehingga ia terpaksa masuk menemui pemuda tersebut.
     Melihat kondisi sang gadis, pemuda tadi seolah tak punya pulihan lain kecuali mengizinkannya masuk.
Lampu untuk murajaah (mengulang pelajaran) baru saja dinyalakan. Tiba-tiba syaitan membisikinya untuk melakukan zina dengan wanita tersebut, syahwatnya seolah tak terbendung lagi.
Tahukah anda apa yang dilakukan pemuda tadi.?
Dia meletakkan jari telunjuknya tepat diatas nyala lampu, sambil menangis ia berkata, "Wahai diriku, apakah engkau sanggup menahan panasnya api neraka..? Sambil menangis ia terus mengulang-ngulang kalimat tersebut.
      Melihat peristiwa itu, sang gadis  ikut menangis dan bergegas lari menemui ayahnya. Dia menceritakan apa yang dilihatnya kepada sang ayah. Ayahnya lalu bersumpah bahwa tidak ada yang boleh menikahi anak gadisnya kecuali pemuda tersebut."
Akhirnya pemuda itu dinikahkan dengan sang gadis, padahal ia hanya seorang penuntut ilmu yang fakir lagi anak perantauan.
        Begitulah...
Dia meninggalkan hal yang diharamkan Allah, lalu Allah pun menggantinya dengan apa yang dihalalkan-Nya"

Catatan:
Seorang penyair berkata:
Jika engkau menyendiri dalam kegelapan, sedangkan hawa nafsu selalu mengajak pada pada kedurhakaan.
Maka malulah dengan penglihatan Tuhan dan katakan pada jiwa, sesungguhnya Pencipta kegelapan  melihat aku.