*INSPIRASI PAGI*
*Alkisah Seorang tukang bangunan👷 yang telah* *bertahun-tahun lamanya*
*bekerja ikut pemborong👨🏻⚖*
*iapun bermaksud mengajukan pensiun*
*karena ingin memiliki banyak waktu*
*untuk keluarganya*
*Si Pemborong 👨🏻⚖berkata,*
*Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat* *Anda bangun dahulu*
*satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun*
*Si tukang bangunan👷 segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi*
*Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat..*
*ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong👨🏻⚖*
*Sang Pemborong 👨🏻⚖pun tersenyum dan berkata,*
*"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."*
*Terkejutlah tukang bangunan👷 itu, ada rasa sesal kenapa rumah,* *yang akhirnya hendak ia tempati itu,* *dikerjakannya secara asal-asalan..*
*Saudaraku....*
*ibadah yang kita kerjakan*
*di dunia ini, tak lain adalah "Rumah" yang sedang kita bangun* *untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia*
*Jangan sampai kelak kita menyesal karena kita menempati rumah yang kita bangun asal-asalan* *"Hidup cuma sekali Hiduplah yang betarti"*
Minggu, 20 Agustus 2017
Sabtu, 12 Agustus 2017
Filosofi Angin Sepoi-sepoi
Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon.
Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.
1.Angin Topan.
2. Angin Tornado
3. Angin Bahorok
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
*Angin Topan* bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.
*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin *TOPAN* duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin *TORNADO.*
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.
Terakhir, Angin *BAHOROK*. Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.
Nggak lama, datang si *ANGIN SEPOI-SEPOI*..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, *ANGIN SEPOI-SEPOI* langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…dengan lembut........
Enak banget. *Adem*… *Seger*… *Riyep-riyep* matanya si monyet. Nggak lama *ketiduran* dia terus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.
*PESAN MORAL*
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan *KESUSAHAN*…
Dicoba dengan *PENDERITAAN*…
Didera *MALAPETAKA*…
Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…
Tapi jika kita diuji dengan *KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...*
Dan.... *KEJAYAAN*
Disinilah *” KEJATUHAN ”* itu terjadi.
Jangan sampai kita terlena…terbuai..
Tetap
*”Rendah hati”,*
*“Mawas diri”*,
*“Sederhana”*,
*"Berbuat Amal"*
" Hati2 dlm tindakan , perbuatan dan perkataan "
Karena bukan *KRITIKAN* yang membuat kita *"JATUH"* tapi *sanjungan & pujian.*.
Inilah *Hikmah Filosofi Angin Sepoi Sepoi tsb*
Langganan:
Komentar (Atom)





