Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 17 Januari 2017

PESAN DEWA EKA PRAYOGA

Entah kenapa, Saya selalu iri dengan mereka yang punya penghasilan Miliyaran per Bulan dan dengannya mereka bisa sedekah jor-joran tanpa hitung2an. MasyaAllah... Iri banget!

Dulu pas Saya ngisi di Medan, ada salah satu peserta training bapak2 yang perawakannya muda.

Di belakang, dia ngajak ngobrol dan ngajak ketemuan nanti malam di tempat hotel Saya menginap.

Malamnya, Saya turun dari kamar hotel ke lobi. Eh ternyata, bapak2 ini udah nongkrong dan nungguin. Kaosan, celana jeans. Usia tua, pembawaan muda.

Lalu dia ngajak Saya keluar, "Kang, keluar yuk... Jangan disini ngobrolnya".
Saya pikir, kenapa enggak, yasudah...

Di mobil, Saya ngobrol banyak. Tapi masih tahap perkenalan dan basa basi. Biasalah, building rapport dll.
Gak kerasa, nyampe deh tempat makan
Nah, di tempat makan inilah obrolan serius muncul...
Ternyata, restoran tempat makan tersebut adalah miliknya. Wow! Luas...

Iseng Saya tanya, "Udah berapa lama pak?"
Jawab: Oh, kalau yang ini baru-baru ini kok kang, belum nyampe setahun..
Wah, Saya penasaran, kok jawabannya ada "yang ini" nya, berarti asumsinya ada yang lain. Hehe
Langsung Saya kepo, "Kalau yang lain pak?"

Jawab: Kalau rumah sakit, udah cukup lama. Robotik, lumayan juga. Madrasah, dari awal Saya bisnis. Hotel, juga udah lama sih.
Abuset dah! Ini orang bukan orang sembarangan.
Sambil terkaget2, Saya bilang, "Pak, banyak amat bisnisnya..."

Sembari bercanda, dia bilang, "Ah, enggak ah kang, biasa aja. Hobi Saya sebenernya ngajar. Saya lulusan Al-Azhar Kairo..."
Yassalam... Makin kepo nih Saya

Langsung Saya bilang, "Kalau lulusan Al-Azhar, hafidz Quran dong pak?"
Jawab: Ya Alhamdulillah... Bisnis cuma selingan aja.
Dalam hati, "Wah ini orang assem tenan...". Tapi dalam konotasi baik ya.. ^_^

Akhirnya kami ngobrol panjang lebar sampai tengah malam. Asyik banget lah pokoknya. Saya banyak belajar dari bapak satu ini. Sederhana, pemikiran dan prestasinya luar biasa!

Salah satu pesan dia ke Saya ketika itu, begini kurang lebih, "Kang, jangan pernah tinggalkan Al-Quran. Jaga Al-Quran. Sebisa mungkin setiap hari membaca dan mengkajinya..."

Allah ya rabb.. nyess!

Saya gak puas. Minta wejangan lagi, "Ada lagi gak stadz?" (Saya tiba2 manggil dia ustadz)
Jawab: Satu lagi, jangan pernah ragu untuk sedekah banyak. Saran Saya, nanti akang setiap hari Jum'at coba bagi2 nasi untuk orang2 gak mampu di kota akang. Kenapa harus nasi? Wah ini jelasinnya bisa sampai pagi kang. Pokoknya ikutin aja lah...

Saya nurut. Sepulang ke Bandung, Wejangan dia Saya praktekkan hingga beberapa bulan kedepan. Hasilnya emang ajaib! Gak bisa diungkapkan dengan kata2..

Salutnya Saya, selain bisnisnya banyak dan besar2, gak pernah berhenti berbagi (harta maupun ilmu)

Nah, Saya iri sama orang macam begini... Kepengen kaya dia. Allah..

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak diperbolehkan iri dan dengki, kecuali pada dua perkara. Pertama, seseorang yang diberi Allah harta kekayaan lalu ia menghabiskan harta kekayaan itu pada jalan yang benar. Kedua, seseorang yang diberi ilmu lalu ia mengamalkanya dan mengajarkannya pada orang lain" (HR. Muslim)

Jadi, iri sama orang macam begitu, gak apa2 ternyata dalam Islam...

Semoga sharing singkat Saya ini, bermanfaat untuk kawan2 semua. Aamiin..
By the way, hotel tempat tinggal Saya saat itu, bintang 5, ternyata milik dia juga. 😲
Pantesan kok resepsionisnya kaya manut2 ke dia...

(Dewa Eka Prayoga)

#copas

FILOSOFI 5 JARI


✋✋✋✋✋✋✋✋

🌹Ada si gendut Jempol yang selalu berkata Baik dan menyanjung...
🌹Ada Telunjuk yang suka Menunjuk dan Memerintah..
🌹Ada si jangkung Jari Tengah yang Sombong karena paling panjang...
🌹Ada Jari Manis yang selalu menjadi teladan., Baik dan Sabar sehingga diberi hadiah Cincin...
🌹Dan ada Kelingking yang Lemah lagi Penurut...

✋Dengan perbedaan Positif dan Negatif yang dimiliki masing2 jari, ...mereka Bersatu untuk mencapai Satu Tujuan (saling melengkapi).

✋Pernahkah kita bayangkan bila Tangan kita hanya terdiri dari Jempol semua..???
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti..!

🌿 Kita terlahir dengan segala Perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk Bersatu :

💚saling menyayangi...
💚saling menolong...
💚saling membantu...
💚saling mengisi...
💚saling menghargai...

Bukan untuk :
🔴 saling menuduh...
🔴 saling menyalahkan...
🔴 saling merusak...

🌿 Semua Perbedaan dari kita adalah Keindahan yang terjadi agar kita Rendah Hati untuk menghargai orang lain... Tidak ada satupun Pekerjaan yang dapat kita kerjakan sendiri.

🌿 Mungkin Kelebihan kita adalah Kekurangan orang lain... Sebaliknya Kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita..!

🌿 Tidak ada yang lebih Bodoh atau lebih Pintar...
Bodoh atau Pintar itu relatif sesuai dengan bidang/talenta yang kita syukuri masing masing menuju Impian kita...

🌿 Bukan individualis yang sempurna.
Orang Pintar bisa gagal.
Orang Hebat bisa jatuh..!

Tetapi...

🌿 Orang yang Rendah Hati dalam segala Hal akan selalu mendapat KEBAHAGIAAN...💐

Senin, 16 Januari 2017

*_"WANITA & LELAKI DALAM HUKUM ISLAM"_*

📣  *_"WANITA & LELAKI DALAM  HUKUM ISLAM"_*
Copas

*_WANITA_ perlu taat kepada suaminya, setelah itu baru kepada _Bapak dan Ibunya._*
*Tapi tahukah, bahwa _lelaki_ wajib taat kepada _Ibunya 3X_ lebih utama dari pada kepada _Bapaknya..._*

*_Wanita_ menerima warisan lebih sedikit dari pada _Lelaki._*
*Tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada _Suaminya,_ sementara apabila _lelaki_ menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk _Isteri dan anak-anaknya..._*

*_Wanita_ perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak.*
*Tapi tahukah bahwa setiap saat _Wanita_ didoakan oleh segala umat, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH SWT di muka bumi ini. Serta jika ia mati karena melahirkan _adalah Syahid niscaya Surga akan menantinya._*

*_Di akhirat kelak_, seorang _lelaki_ akan mempertanggung jawabkan _4 wanita_, yaitu:*
*1. _Isterinya_*
*2. _Ibunya_*,
*3. _Anak Perempuannya dan_*
*4. _Saudara Perempuannya_*

*_Artinya :_*
*bagi seorang _Wanita_ tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh _4 orang lelaki_, yaitu :*
*1. _Suaminya_*
*2. _Ayahnya_*
*3. _Anak Lelakinya dan_*
*4. _Saudara Lelakinya_*

*_Seorang wanita_ boleh memasuki _Pintu Surga_ melalui _Pintu Surga_ yang mana saja yang disukainya..  dengan syarat :*
*1. _Shalat 5 waktu_*
*2. _Menutup Aurat_*
*3. _Puasa di bulan Ramadhan_*
*4. _Taat kepada Suaminya_*

*_Seorang lelaki_  wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata...*

*_Sebarkan Tausyiah ini_ kepada saudara muslim semoga pahala mengalir kepada kita... Aamiiin Yaa Robbal Alamiin.*

*_Di kirim khusus_ kepada wanita shalihah agar senantiasa :*
*_@ Bersabar saat tertekan_*
*_@ Tersenyum di saat hati menangis_*
*_@ Diam saat terhina_*
*_@ Mempesona krn memaafkan_*
*_@ Mengasihi tanpa pamrih_*
*_@ Bertambah kuat di dlm doa dan pengharapan..._*

*_Dikirim untuk laki-laki agar senantiasa mencintai Isterinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya._*

👉Nb:Mohon saudara /saudariku bantu share, Baarokallah fiikum.
Semoga bermanfaat😀

Sumber : copas dari grup WhatsApp

IBROH UNTUK KITA

_*Bismillahirrahmaanirraahiim*_

*Kepada para suami istri wajib baca cerita ini,mudah2an dan in syaa Allooh menjadi ibroh buat kita*........

"Teeng..."
Terdengar denting bunyi jam 1 kali, menandakan jam 01.00 dini hari.

“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Abdurrahman saat masuk rumah.

Tak ada orang yang menjawab, Dia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.

"Biarlah malaikat yang menjawab salamku,”
Gumamnya dalam hati.

Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.

Setelah itu, barulah Abdurrahman  menuju kamar mandi sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian.

Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun.

Segera dia  beranjak menuju kamar tidur.
Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.
Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang pulas tidur.

Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.

Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir tempat tidurnya.

Dipandanginya dalam-dalam wajah Qonitat istrinya.

Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum dia menikah.

Ayahnya berpesan :
"Jika kamu sudah menikah nanti:

•Jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan keinginanmu.
Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.
•Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.

Dan..
°Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, Maka..
Lihatlah ketika istrimu tidur.."

“Kenapa Yah, kok waktu dia tidur?”
Tanyanya kala itu.

Ayahnya menjawab :
“Nanti kamu akan tahu sendiri"

Waktu itu, dia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.

Malam itu, Abdurrahman  mulai memahaminya. Malam itu, dia menatap wajah istrinya lekat-lekat.

Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya.

Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima.

Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat.

Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.

Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.

Dalam batin, Dia  bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis:
•Yang leluasa beraktivitas,
•Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu aku menjadikanmu seorang istri. •Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
•Memberikanmu banyak batasan,
•Mengaturmu dengan banyak aturan.

Dan aku pula..
•Yang menjadikanmu seorang ibu. •Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
•Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.

Wahai istriku..
Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, kini aku memberikan beban di tanganmu, dan dipundakmu..
•Untuk mengurus keperluanku,
•Guna merawat anak-anakku, juga
•Memelihara kenyamanan  rumahku.

Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.

Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.

Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.

Kau buang egomu untuk menaatiku.

Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.

Wahai istriku..
Di kala susah, kau setia mendampingiku.

Ketika sulit, kau tegar di sampingku.

Saat sedih, kau pelipur laraku.

Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.

Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku.

Kala aku bimbang, kau penguat tekadku.

Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku.

Ketika aku salah, kau yang menasehatiku.

Wahai istriku..
Telah sekian lama engkau mendampingiku.

Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.

Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!

Dengan alasan apa aku marah padamu..?!

Andai kau punya kesalahan atau kekurangan.
Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan air mata.

Akulah yang harus membimbingmu.
Aku adalah imammu.

Jika kau melakukan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu.

Jika ada kekurangan pada dirimu.
Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.

Karena kau insan, bukan malaikat.

Maafkan aku istriku..
Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan.

Mari kita bersama-sama membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Alloh azza wa jalla.

Segala puji hanya untuk Alloh azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”

Tanpa terasa air matanya menetes deras di kedua pipinya.

Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.

Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.

Tak lama kemudian ia pun terlelap.

•®•®•
"Teeng..teeng.."

Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.

Qonitat, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :
“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!"

Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.

Pelan-pelan ia duduk, sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.

“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.

Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa.

Sudah makan apa belum ya dia..?!"
Gumamnya dalam hati.

Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.
Akhirnya dia cuma pandangi saja wajah suaminya.

Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya.

Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Hanya hatinya yang bicara :
“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.

Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.

Begitu besar harapan kusandarkan padamu.

Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.

Wahai suamiku..
•Ketika aku sendirian..
Kau datang menghampiriku.

•Saat aku lemah..
Kau ulurkan tanganmu menuntunku.

•Dalam duka..
Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku.

•Dengan segala kemampuanmu..
Kau selalu ingin melindungiku.

Wahai suamiku..
•Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.
•Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.

•Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal, tidak menyurutkan langkahmu.

Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.

Lalu..
Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.

Dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu?

Seberapa pun materi yang kau berikan,
itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu.

Walau kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku,
Tapi..
Kesungguhan & tekadmu beramal sholeh, mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Alloh..
Membanggakanku dan membahagiakanku.

Maafkan aku wahai suamiku..
Akupun akan memaafkan kesalahanmu.

Alhamdulillah.. segala puji hanya milik Allah.
Yang telah mengirimmu menjadi imamku.

Aku akan taat padamu untuk mentaati Alloh.

Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

"Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota 'ayun waj'alna lil muttaqiina imaama"
••••••••
Semoga kisah ini juga terjadi pada keluarga kita.,...,
Aamiin yaa Robbal 'aalamiin...

Sumber : didapat dari grup WhatsApp

Senin, 09 Januari 2017

NGAJI SANTAI TAPI SERIUS

Bismillaah...
Assalamualaikum w.w.

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan ............... ??
2. Allah itu *mematikan* dan ............... ??
3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan ............... ??
4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan ................ ??

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Gampang kan ?
Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk nomor 1, 2 dan 3 saja.
Sedang untuk jawaban Nomor 4, Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*

Sekarang mari kita bahas.
Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)
Tapi bagaimana dengan no.4 ?
Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?
Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ

"dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*"
(QS. An-Najm: 43)
👍👍👍

*Jawaban no 2*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ

"dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*"
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

*Jawaban no 3*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ

"dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. "
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

*Jawaban no 4*

:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ

"dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan KECUKUPAN.*"
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya *BUKAN kemiskinan* seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri.

*Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang *pandai bersyukur* walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum😊BAHAGIA???
*Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.*

*Semoga kita termasuk dari golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dalam segala hal*.

Aamiin...

🍀☀💦🌵🌙🍀
Silakan dishare..
Semoga bermanfaat.

Kamis, 05 Januari 2017

*Ada Ganti Yang Lebih Indah*

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengisahkan,
     "Dahulu ada seorang penuntut ilmu yang memiliki wajah yang sangat tampan. Banyak wanita yang tergila-gila padanya.
Pemuda itu tinggal sendiri. Hingga disuatu malam yang sangat dingin, tiba-tiba masuklah seorang gadis cantik yang tak lain adalah anak tetangganya.
      Dengan wajah memelas ia mengatakan kalau ayahnya tidak membukakan pintu untuknya, sehingga ia terpaksa masuk menemui pemuda tersebut.
     Melihat kondisi sang gadis, pemuda tadi seolah tak punya pulihan lain kecuali mengizinkannya masuk.
Lampu untuk murajaah (mengulang pelajaran) baru saja dinyalakan. Tiba-tiba syaitan membisikinya untuk melakukan zina dengan wanita tersebut, syahwatnya seolah tak terbendung lagi.
Tahukah anda apa yang dilakukan pemuda tadi.?
Dia meletakkan jari telunjuknya tepat diatas nyala lampu, sambil menangis ia berkata, "Wahai diriku, apakah engkau sanggup menahan panasnya api neraka..? Sambil menangis ia terus mengulang-ngulang kalimat tersebut.
      Melihat peristiwa itu, sang gadis  ikut menangis dan bergegas lari menemui ayahnya. Dia menceritakan apa yang dilihatnya kepada sang ayah. Ayahnya lalu bersumpah bahwa tidak ada yang boleh menikahi anak gadisnya kecuali pemuda tersebut."
Akhirnya pemuda itu dinikahkan dengan sang gadis, padahal ia hanya seorang penuntut ilmu yang fakir lagi anak perantauan.
        Begitulah...
Dia meninggalkan hal yang diharamkan Allah, lalu Allah pun menggantinya dengan apa yang dihalalkan-Nya"

Catatan:
Seorang penyair berkata:
Jika engkau menyendiri dalam kegelapan, sedangkan hawa nafsu selalu mengajak pada pada kedurhakaan.
Maka malulah dengan penglihatan Tuhan dan katakan pada jiwa, sesungguhnya Pencipta kegelapan  melihat aku.

Rabu, 04 Januari 2017

Gonjang-ganjing oleh Tangan Said Aqil Siradj

GARA-GARA SAID AQIL SIRAJ

ASEMBAGUS

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah (PPSS) Asembagus Situbondo lewat pengasuhnya, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengeluarkan maklumat MUFAROQOH dari Nahdlatul Ulama pimpinan Said Aqil Siraj (21/9/2015).

“Kami mufaroqoh dan tidak ada kait mengait antara kami dan pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar ke-33 di alun-alun jombang,” begitu salah satu kalimat dalam maklumat tersebut.

Dijelaskan juga, dalam maklumat itu diserukan kepada para Ulama dan warga nahdliyin agar tetap mempertahankan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja). Ajaran tersebut juga harus dijaga dari serangan aqidah dan ideologi di luar ajaran Aswaja

TEBUIRENG

Setelah Ponpes Salafiyah Syafi’iyyah Asembagus Situbondo mufaroqoh, berikutnya giliran Ponpes Tebuireng Jombang. Bahkan lewat pengasuhnya KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) mengeluarkan pernyataan lebih tegas.

“Tebuireng sejak awal tidak menganggap ada kepengurusan PBNU yang sah” Kata Gus Sholah.

Ada tiga poin maklumat yang dikeluarkan Tebuireng, di antaranya tetap konsisten menganggap tidak ada PBNU hasil Muktamar ke 33 di Jombang. Kemudian mendukung adanya upaya hukum yang menggugat proses hasil muktamar, serta meminta warga NU untuk berpegang teguh kepada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

SIDOGIRI

Beberapa bulan lalu, publik kembali dikejutkan dengan diterbitkannya buku berjudul : “SIDOGIRI MENOLAK PEMIKIRAN KH. SAID AQIL SIRAJ”. Buku tsb disusun dan diterbitkan secara resmi oleh Pondok Pesantren NU tertua di Jawa Timur, Sidogiri.

Buku itu untuk menjawab buku yang dikarang oleh Said Aqil yang berjudul “Tasawuf Sebagai Kritik Sosial, Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspirasi.’ Secara ilmiyah Sidogiri membongkar habis kedok pemikiran menyimpang Said Aqil Siraj. Diantaranya:.

1. Said Aqil menuduh motif dakwah Rasulullah dalam menyebarkan Islam semata-mata politis, ingin menguasai Romawi dan Persia.

2. Said Aqil Menyatakan bahwa paham Muktazilah dan Syiah termasuk dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.

3. Said Aqil menyatakan bahwa Umat Beriman bukan monopoli umat Islam. Kaum Yahudi, Kristiani, Shabi’in, Budha, Hindu, Konghuchu, maupun kepercayaan lain apapun nama tuhannya adalah umat beriman.

4. Said Aqil menafikan adanya Ukhuwah Islamiyah dalam Al-Qur’an Hadits dan menyatakan bahwa yang ada hanya Ukhuwah Imaniyah yaitu Ukhuwah antara orang-orang yang “beriman” (versi Said Aqil).

5. Dan lain sebagainya.

ANEKA PENYIMPANGAN SAID AQIL LAINNYA:

1. Tgl 1 Juni 2012 di Gedung PBNU, Said Agil menyatakan bahwa yang perlu dilakukan umat Islam adalah "Membela Tanah Air" bukan "Membela Islam".

http://kabarnet.in/2012/06/02/said-agil-vs-salim-selon/

2. Tgl 6 Juni 2012 di Gedung PBNU, Said Agil menyatakan bahwa Perda Syariah bermasalah sehingga tidak perlu, karena setiap perda pro rakyat dan pro bangsa sudah Islami.

http://kabarnet.in/2012/06/07/said-agil-vs-salim-selon-ronde-2/

3. Tgl 28 Juni 2012 dalam tulisannya di Harian Republika dengan judul "Menyikapi Kontroversi", Said Agil menyatakan bahwa LIBERAL hanya sebatas perbedaan, sehingga harus disikapi dengan toleransi dan tenggang rasa, lalu menyamakan Tokoh L**B* Irsyad Manji dengan Tokoh Islam Ibnu Rusyd dan Ibnu Arabi serta Tokoh Sufi Abu Yazid Al-Busthomi.

http://kabarnet.in/2012/07/09/said-agil-vs-salim-selon-ronde-3/

4. Tgl 3 Juli 2012 dalam pembukaan MTQ Internasional NU ke-7 di Pontianak - Kalbar, Said Agil menyebut nama Gubernur Kalbar yang Katholik dengan sebutan USTADZ Cornelis, dan menyatakannya sebagai NU CABANG KATHOLIK.

http://kabarnet.in/2012/07/10/said-agil-vs-salim-selon-jilid-4/

5. Tgl 4 September 2012 di berbagai media, Said Agil berkoar-koar membolehkan Non Muslim memimpin umat Islam dengan dalih Pemimpin Non Muslim yang adil lebih baik daripada Pemimpin Muslim yang zalim.

http://kabarnet.in/2012/09/04/said-agil-vs-salim-selon-ronde-5/

6. Tgl 14 Oktober 2012 saat penanda-tanganan MOU antara PBNU dengan LDII tentang penanggulangan radikalisme, Said Agil menyatakan bahwa Non Muslim boleh ikut Pemilihan Gubernur di Jakarta, karena Pilgub bukan pemilihan Imam Masjid.

http://kabarnet.in/2012/10/15/said-agil-vs-salim-selon-ronde-6/

7. Tgl 21 Desember 2012 di Harian Rakyat Merdeka, Said Agil menyatakan bahwa boleh mengucapkan Selamat Natal demi kerukunan umat beragama, dan menjamin bahwa semua warga NU tidak akan luntur imannya dengan ucapan Selamat Natal.

http://kabarnet.in/2012/12/22/said-agil-vs-salim-selon-jilid-7/

8. Dalam acara Haul Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri Pendiri Al-Khoiroot di Palu - Sulteng, juga ceramahnya di berbagai kesempatan lain, Said Agil menyatakan bahwa sebab utama Rasulullah SAW diutus di tengah bangsa Arab adalah karena bangsa Arab bangsa yang PALING BIADAB, dan Nabi berasal dari Suku Quraisy karena Quraisy PALING BIADABNYA bangsa Arab.

9. Dalam sebuah acara dialog di NET TV tahun 2015, Said Agil mengatakan Nabi Muhammad SAW dan para Shahabatnya menyebarkan Islam di Timur Tengah, Romawi dan Persia dengan PEPERANGAN.

https://www.youtube.com/watch?v=ByX4PlS0OFY

10. Tgl 14 Juni 2015 dalam wawancara di pembukaan acara istighasah menyambut Ramadan dan pembukaan munas alim ulama NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan juga dalam beragam kesempatan dia menegaskan bahwa Islam Nusantara bukan ISLAM ARAB, menurutnya Islam Nusantara adalah Islam yang santun dan lembut, sedang Islam Arab adalah Islam yang KERAS dan RADIKAL.

http://m.detik.com/news/wawancara/2978479/said-aqil-siradj-islam-indonesia-bukan-islam-arab

11. Tgl 16 Mei 2012 dalam acara TV dan wawancara media, saat FPI menolak pagelaran Konser Artis Penyembah Setan dari Amerika Serikat, LADY GAGA, di Jakarta, Said Agil justru mendukung pagelaran tersebut, sekaligus mendorong pemerintah untuk membubarkan FPI.

http://m.youtube.com/watch?v=pnC4ZKAMEQQ

12. Dalam rekaman ceramah yang diunduh dan disebarkan via Youtube, Said Agil MENGKRITIK AHLUL BAIT karena AHLUL BAIT bukan Ahlul ilmi dan bukan Ahlul Hadits tapi POLITIKUS, termasuk Ali, Al-Hasan, Al-Husein, Ali Zainal Abidin As-Sajjad, Al-Bagir dan Ash-Shoodiq. Dan Said Agil menyatakan bahwa Politisi yang baik cuma empat, yaitu : Umar bin Abdul Aziz, Harun Ar-Rasyid, Solahuddin Al-Ayyubi dan Muhammad Al-Fatih. Selain itu tidak baik. Lalu Said Agil menyatakan bahwa yang membangun peradaban Islam hingga menyebar ke seluruh dunia adalah ilmunya Ahlul Ilmi dan Ahlul Hadits, yg kebanyakan mereka NON ARAB, bukan lewat Politik Zu'amaa para Khalifah. Selanjutnya, Said Agul menyatakan Imam Ali BERSALAH dalam Perang Jamal, karena ribuan umat Islam jadi korban, dan sikap Ali dalam surat-suratnya ke Mua'wiyah TIDAK ETIS, karena menggunakan sebutan YA 'ADUWALLAH.

http://www.youtube.com/watch?v=IXP3g72uHT8

13.  Tgl 27 Agustus 2012  Saat para Habaib dan Ulama Jakarta bergabung dengan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) untuk lengserkan Si Ahok, maka dengan semangat Said Agil mendukung Ahok jadi Gubernur Jakarta, karena menurutnya : "Lebih baik gubernur Non Muslim tapi jujur daripada gubernur muslim tapi korup."

http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/08/27/20354/catut-ibnu-taimiyah-said-aqil-siroj-dukung-jokowiahok/;

14. Dalam ceramahnya yang diunggah dan disebarkan di Youtube, Said Agil menyatakan bahwa Jenggot bukan Sunnah Nabi SAW sehingga tidak perlu ditiru, bahkan Jenggot merupakan identitas ketidak-cerdasan, semakin panjang jenggot seseoarang semakin tidak cerdas.

https://m.youtube.com/watch?v=MrXNQGGX1Ew

15. Tgl 22 Oktober 2015 di Acara Kirab Hari Santri Nasional Dalam rangka perang lawan Jenggot, Said Agil memberi ceramah dalam peringatan Hari Santri Nasional dengan latar belakang gambar Pendiri NU Almarhum wal Maghfur Lahu Hadrotus Syeikh KH Hasyim Asy'ari yang sengaja dihilangkan jenggotnya.

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/15914/Akhirnya-Jenggot-Pendiri-NU-Dicukur-JIN

16. Dalam  sebuah dialog di acara satu jam lebih dekat TV One yang diunggah dan disebarkan di You Tube, Said Agil menyatakan bahwa dalam Shalat yang penting Khusyu, sedang merapatkan Shoff tidak perlu karena hanya adat dan tradisi Arab saja.

http://m.youtube.com/watch?v=gkTs_JQEONY

17. Di salah satu video yang tersebar di Youtube, Said Agil juga mengatakan bahwa Cadar itu bukan pakaian Islam, tapi hanya pakaian Arab.

https://www.youtube.com/watch?v=0q7sfgjOfrw

18. Said Agil menghina ormas Islam lain, dalam hal ini menghina Muhammadiyah goblok.

https://www.youtube.com/watch?v=qehIYjPkfIk

19. Said Agil mengatakan bahwa sampai saat ini malaikat Munkar Nakir belum bisa menanyai Gus Dur di alam kubur.

https://www.youtube.com/watch?v=z_zS9KTF1YQ

20. Said Agil memuji-muji tradisi kaum Syiah, sambil menghina warga NU dengan menyebut mereka goblok-goblok.

https://www.youtube.com/watch?v=EamNDG6i_BQ

21. Said Agil mengklaim ormas NU yang paling baik, dibanding ormas Islam yang lain.

https://www.youtube.com/watch?v=w9Cte0C7UCg

22. Said Agil mengatakan dirinya senang jika ada Iblis ikut sholat berjamaah di dalam shof sholat yang tidak rapat.

https://www.youtube.com/watch?v=lLwY4Eeeynw

23.  Tgl 14 Desember di berbagai media , saking bernafsunya bela Kemusyrikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Said Agil lagi-lagi menyampaikan keinginannya untuk berbuat pembubaran FPI.

http://m.suara-islam.com/mobile/detail/16417/Bela-Dedi-Mulyadi--Said-Aqil-Siradj-Ingin-FPI-Dibubarkan

INDAHNYA BERSOSIAL

*_"Hikmah  Berteman Dengan Berbagai Karakter Teman"_*

*1. Ada TEMAN  yang bersifat keras*, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk  *berani dan bersikap tegas.*

*2. Ada TEMAN yang lembut,* dialah yang mengajarkan kepada kita *cinta dan kasih sayang terhadap sesama*.

*3. Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh,* dialah sebetulnya yang membuat kita *berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.*

*4. Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya,* sebetulnya dialah yang membuat kita *berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati*, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.

*5. Ada TEMAN yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain,* sebenarnya dia adalah orang yang membuat *kita bertindak bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.*

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita *(Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).*

Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih pada orang yang saat ini sering membuat kita sebel, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana *kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini.*

Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam *zona nyaman dan tidak berkembang.*

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang dalam hidup kita.

Jangan justru malah menyikapinya dengan permusuhan bahkan kemarahan.

*Karena Allah tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan siapa pun, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya*

Semoga menjadi lebih baik & bermanfaat.

Minggu, 01 Januari 2017

SEPENTING APAKAH MENDIDIK ANAK KITA??

30 Tahun Mendatang Anak Kita

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak! Jika telah terikat hatinya dengan Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau siapkan mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala-kendala yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30-40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.

Maka, ketika mutu pendidikan anak-anak kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan. Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun ini sama sekali tidak kita inginkan. Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yang bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi pada umat ini jika anak-anak kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal?

Maka…, ketika engkau bersibuk dengan cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini. Bukan pula demi piala-piala yang tersusun rapi. Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yang harus mengurusi umat ini di zaman yang bukan zamanmu. Kitalah yang bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yang boleh jadi kita semua sudah tiada.

Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan umat ini. Maka, keharusan untuk belajar bagimu, wahai Para Guru, bukan semata urusan akreditasi. Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi. Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan umat. Urusan dakwah.” Jika orang-orang yang sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak-kanak. Mereka mungkin cerdas, tapi adab dan iman tak terbangun. Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.

Wahai Para Guru, belajarlah dengan sungguh-sungguh bagaimana mendidik siswamu. Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan. Engkau belajar dengan sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak-anak kaum muslimin. Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.

Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.

Ingatlah hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat,” Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari).

Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata. Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut dien ini sebagai seorang guru. Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yang engkau emban saat ini.

Wahai Para Guru, singkirkanlah tepuk tangan yang bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yang Allah Ta’ala berikan kepada mereka. Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.

Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar. Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu. Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau-kalau ada yang menyimpang dari tuntunan-Nya. Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai Para Guru, sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yang paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yang mungkin akan terjadi. Ada yang lebih perlu engkau tangisi dengan kesedihan yang sangat mendalam. Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.

Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan. Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan. Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya. Tanamkan adab dalam diri mereka. Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah. Bukan menyibukkan mereka dengan kebanggaan atas dunia yang ada dalam genggaman mereka.

Ini juga berlaku bagi kita.

Ingatlah do’a yang kita panjatkan:

“اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ”

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”

Inilah do’a yang sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita. Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yang keliru. Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya. Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh persepsi sendiri.

Pelajarilah dengan sungguh-sungguh apa yang benar; apa yang haq, lebih dulu dan lebih sungguh-sungguh daripada tentang apa yang efektif.
Dahulukanlah mempelajari apa yang tepat daripada apa yang memikat.
Prioritaskan mempelajari apa yang benar daripada apa yang penuh gebyar.
Utamakan mempelajari hal yang benar dalam mendidik daripada sekedar yang membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar.

Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yang engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yang benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari. Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.

***

Jangan sepelekan dakwah terhadap anak! Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan. Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa. Betapa banyak yang keliru menilai. Masa kanak-kanak kita biarkan direnggut TV dan tontonan karena menganggap mendidik anak yang lebih besar dan lebih-lebih orang dewasa, jauh lebih sulit dibanding mendidik anak kecil. Padahal sulitnya melunakkan hati orang dewasa justru bersebab terabaikannya dakwah kepada mereka di saat belia.

Wallahu a’lam bish-shawab. Kepada Allah Ta’ala kita memohon pertolongan. Maafkan saya.