Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 22 September 2016

PITUTUR LUHUR JARE SIMBAH BIYEN


Di woco alon2, kanti maton.
Wong yen Nrimo, uripe Dowo
Wong yen Sabar, rejekine Jembar
Wong yen Ngalah, uripe bakal Berkah

Sopo sing Jujur, uripe yo Makmur
Sopo sing Suloyo, uripe yo Sangsoro
Sopo sing Sombong. amale bakal Kobong
Sopo sing Telaten, bakal Panen..

Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo
Sing wis Lungo, Lalekno
Sing durung Teko, Entenono
Sing wis Ono, Syukurono..
Iki pepiling wong jowo, eling-elingono lan
lakonono..

Sehat kuwi yen :

Awake waras,
Nduwe beras,
Utange lunas ,
Mangan enak..
Turu kepenak..
Ngibadah jenak..
Tonggo semanak..
Keluarga cedhak..
Bondo cemepak..
Kubur ra sesak..
Suwargo mbukak..
Sedulur grapyak..
Ono panganan ora Cluthak..
Ketemu konco ngguyu
Ora seneng nggetak-nggetak
Gaweane ora mung macak
Opo maneh mung mencak-mencak
Karo konco yo semanak
Omongane ora tau sengak
Di rungokke yo kepenak.  Ceto welo2.  Ojo adigang adigung adiguno. Sing tansah rumongso.

Rabu, 14 September 2016

TILANG YANG DIBEBASKAN

RENUNGAN SIANG
-----------------------
Bedanya orang yang memiliki ilmu, di fahami dan diamalkan dengan orang yang jamil. Krn zaman sekarang banyak orang merasa mengenal Allah dan Rasulullah, lalu membenarkan  tindakan yg dilakukannya.

Di Tilang, “Asal Bapak Tahu Rasulullah saja Tidak Pakai Helm!!” Namun Jawaban Polisi Ini Bikin Kaget!!

September 8, 2016

Suatu ketika, seorang polisi menghentikan seorang bapak pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dimana bapak itu hanya mengenakan peci berwarna putih sebagai penggantinya. Tanpa pikir panjang, polisi meminta SIM dan STNK si bapak yang langsung ditolak dengan keras si bapak.

*Polisi* : (Mengeluarkan buku tilang) Maaf, boleh saya melihat SIM dan STNK anda?
*Bapak* : Sebutkan apa kesalahan saya.
*Polisi* : Anda tidak mengenakan helm.
*Bapak* : Saya tidak akan mengenakan helm, itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.
*Polisi* : (Sedikit bingung) Maksud anda?
*Bapak* : Rasulullah saja tidak pakai helm. Jadi jangan minta saya mengenakan sesuatu yang tidak dikenakan oleh beliau.
*Polisi* : (Menutup bukunya dan tersenyum ramah) Begitu ya pak?! Tapi setahu saya juga, Rasulullah juga tidak mengendarai sepeda motor. Dan pertanyaan saya pun sederhana, andai zaman itu sudah ada motor, apakah Anda yakin Rasulullah tidak akan memakai hlm??
*Bapak* : (Tersentak dan terdiam seketika)
*Polisi* : Anda dengan mudahnya mengharamkan yang anda benci, tapi menghalalkan yang Anda sukai seolah-olah Andalah penentunya. Alhamdulillah saya juga punya ilmu agama yang baik, dan saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai umatnya yang melindungi kesehatannya dan keluarganya.
*Bapak* : Apa maksud bapak? Apakah hanya karena helm berarti saya tak melindungi keluarga saya?
*Polisi* : Benar. Bahwa jika terjadi hal buruk yang mencelakai kepala anda akibat benturan, apakah keluarga anda tidak akan menerima akibatnya? Bagaimana perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan? Siapa yang nanti akan menafkahi mereka?
*Bapak* : Allah yang akan menafkahi mereka.
*Polisi* : Lewat siapa? Bukankah rezeki yang diberikan Allah seringkali lewat orang lain? Dan bukankah rezeki yang mereka terima itu lewat anda? Jika anda cacat, maka aliran rezeki akan lewat orang lain, bisa jadi ‘ayah tiri anak-anak anda’. Dan apakah anda ikhlas dengan itu?
*Bapak* : (Sekali lagi terdiam sambil mengeluarkan SIM dan STNK)
*Polisi* : Ini pesan saya buat anda pak, melindungi diri Anda sama halnya dengan melindungi keluarga Anda. Mungkin ini hanya sebuah helm, tapi bayangkan perasaan nyaman yang dirasakan istri anda saat melihat kepala suaminya terlindungi. Dan jika anda mencintai keluarga anda, maka anda pasti mengurangi resiko yang membahayakan anda. Hari ini saya tak menilang anda, anggaplah nasehat barusan sebagai surat tilang saya untuk Anda.
*Bapak*: (tertegun) Terima kasih, Pak Polisi. Saya minta maaf.
👍🏻👍🏻👍🏻

Minggu, 11 September 2016

Hukum Padi

SEMAKIN TINGGI (............) SESEORANG MAKA HARUS SEMAKIN RENDAH (............) SESEORANG. SISTEM IDEAL KEHIDUPAN SESEORANG.